Headlines News :
Home » » Cuaca Beku Jelang Pilpres AS, Obama unggul di Jajak Pendapat

Cuaca Beku Jelang Pilpres AS, Obama unggul di Jajak Pendapat

Written By Unknown on Senin, 05 November 2012 | 11.13


Washington DC, Infobreakingnews - Menjelang pemungutan suara Presiden Amerika Serikat pada 6 November, kandidat petahana Barack Obama dan rivalnya, Mitt Romney masih bersaing ketat. Perolehan suara mereka dalam jajak pendapat berbeda tipis.



Berdasarkan survei kantor berita Reuters dan lembaga survei Ipsos, Obama dan Romney bersaing secara ketat di empat negara bagian, yakni di Ohio, Florida, Virginia dan Colorado. 

Secara keseluruhan, sebanyak 47 persen responden memilih Obama, sementara 46 persen memilih Romney. Rinciannya :
  1. Di Ohio, Obama unggul sangat tipis atas Romney, yakni 46 persen berbanding 45 persen. 
  2. Di Florida, sebagai salah satu wilayah penting, keduanya seimbang dengan 47 persen.  
  3. Di Virginia, Obama mengungguli Romney dengan perolehan suara 48 persen dibanding 45 persen, terakhir 
  4. Di Colorado, suara Romney lebih unggul dari Obama, yakni 47 persen dibanding 45 persen.
"Hasil ini kemungkinan akan terus bersaing ketat hingga hari pemilihan yang sebenarnya. Perbedaan mereka akan sangat tipis," kata pengamat survei dari Ipsos, Julia Clark, seperti dikutip Reuters, Senin (5/11). Kendati demikian, Julia juga mengaku tidak bisa memprediksi hasil pemilu kelak, terutama di empat negara bagian tersebut.

Menurutnya, meski Obama terlihat unggul dalam jajak pendapat, tapi angkanya tidak signifikan. Sementara itu, Obama dan Romney terus berkampanye di hari-hari terakhir. Seperi biasa, kedua calon presiden ini saling serang. Di Ohio, Sabtu (3/11), di hadapan sekitar 4.000 ribu rakyat, Obama menyatakan, pemilu ini adalah memilih dua pilihan dengan visi yang berbeda. Pertama, pendekatan dari atas ke bawah, yang berarti memperkuat ekonomi kelas menengah ke atas. Sedangkan, yang satu lagi, melakukan pendekatan dari bawah, yakni kepada rakyat. Obama memilih pendekatan kedua.


Di tempat lain, tepatnya di Iowa, Romney mengkritik Obama atas meningkatnya beban ekonomi rakyat. Menurut Romney, seharusnya Obama menepati janji untuk memperbaiki ekonomi rakyat


Warga pantai timur Amerika Serikat korban topan Sandy, Minggu (4/11/2012), harus berjuang melawan cuaca dingin. Mereka juga kekurangan bahan bakar dan tenaga listrik, dua hari menjelang pemilihan presiden AS yang diperkirakan berlangsung ketat.


Sekitar sejuta pelanggan listrik di wilayah-wilayah terdampak bencana topan Sandy mulai mendapatkan kembali jatah tenaga listriknya pada saat cuaca nyaris beku melanda timur laut AS semalam. Namun, wilayah bencana masih mengalami kekurangan bahan bakar.

Wali Kota New York Michael Bloomberg mengingatkan warganya bahwa mereka masih harus menghadapi hari-hari sebelum tenaga listrik pulih secara penuh dan kekurangan bahan bakar berakhir.

Mulai dipulihkannya tenaga listrik ditandai dengan dinyalakannya kembali lampu-lampu menara pencakar langit di Lower Manhattan setelah gelap selama sepekan. Selain itu, pemulihan listrik juga menggeliatkan kembali 80 persen layanan transportasi kereta bawah tanah New York City.

Meski demikian, masih ada sekitar 2,4 juta rumah dan perkantoran yang kekurangan tenaga listrik, terutama di timur laut AS. Jumat lalu, sekitar 3,5 juta rumah dan perkantoran kekurangan listrik.

Wali Kota New York menganjurkan agar mereka yang masih kekurangan listrik berteduh dulu di tempat-tempat pengungsian, tempat mereka bisa mendapatkan pemanas dan juga makanan.

Ramalan cuaca sebelumnya mengatakan, cuaca dingin mencapai 3 derajat celsius pada hari Sabtu malam, dengan suhu beku diperkirakan melanda wilayah ini pekan depan.

”Saat ini mulai terasa benar- benar dingin,” kata Bloomberg. Sejumlah pejabat pemilihan umum di wilayah bencana mulai khawatir para pemilih kesulitan mencapai tempat pemungutan suara (TPS) saat pemilu berlangsung, Selasa (6/11/2012). Sejumlah kantor pusat pilpres di New York dan New Jersey malah tak berfungsi karena tergenang air laut.


New Jersey membuat terobosan dengan mengizinkan pemilih yang terisolasi bencana memilih melalui surat atau faksimile. Sementara itu, pengungsi di New York bisa menggunakan hak pilihnya di tenda pengungsi.


Dua hari menjelang pemilu, polling ABC News/Washington Post memperlihatkan dukungan yang berimbang terhadap dua kandidat. Bahkan, suara independen pun terbelah, 46 persen untuk Presiden Barack Obama, dan 46 persen untuk kandidat Partai Republik, Mitt Romney.

Pilpres AS kali ini diperkirakan salah satu yang terketat sepanjang sejarah. Hasil jajak pendapat memperlihatkan, Obama lebih didukung perempuan, unggul 6 poin persentase dari Romney. Adapun Romney lebih dipilih pria, dengan dukungan 7 poin persentase lebih banyak dari Obama. Romney juga unggul 20 poin di antara pemilih kulit putih, sedangkan Obama didukung 59 persen warga nonkulit putih. 

Angka sakti pemilihan presiden AS adalah 270. Itulah jumlah suara elektoral yang diperlukan bagi seorang kandidat untuk mengklaim Gedung Putih.

Lembaga elektoral (electoral college) dibentuk pada awal berdirinya AS sebagai sistem pemungutan suara yang memungkinkan negara-negara bagian berbeda bersama-sama memilih seorang presiden untuk mewakili mereka semua.

Setiap negara bagian, plus Washington DC, mendapat sejumlah suara elektoral (electoral votes) berdasarkan populasi. Negara bagian dengan populasi terbesar AS, California, mendapat 55 suara elektoral, sementara Wyoming yang populasinya kecil hanya mendapat tiga suara.

Semua negara bagian, kecuali dua, menggunakan sistem winner takes all. Jadi, jika satu kandidat unggul, dia berhak mendapatkan semua suara di negara bagian itu.
Total terdapat 583 suara elektoral dan kandidat yang berhasil mendapatkan 270 suara merupakan pemenang pemilu.

Baik kubu Mitt Romney maupun Barack Obama menghabiskan waktu berbulan-bulan dan jutaan dollar AS untuk menghitung negara-negara bagian mana saja yang perlu direbut untuk mencapai ambang batas tersebut.


Bagaimana untuk dapat mencapai angka 270? Caranya adalah dengan menyasar swing states, yakni negara bagian yang kadang-kadang memilih Demokrat, tetapi di pemilu lainnya memilih Republik.

Sebagian besar negara bagian di AS dianggap sudah memiliki pilihan masing-masing. Misalnya, California selalu memenangkan Demokrat, sementara Texas selalu menjadi milik Republik.
Namun, sebagian negara bagian, contohnya Florida, Ohio, dan Iowa, masih terbuka. Setiap kubu akan memusatkan perhatian, waktu, uang, serta sumber daya untuk merebut negara-negara bagian itu. Para pemilih akan dihujani iklan dan kunjungan tiada henti dari para kandidat.*** Source

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved