Headlines News :
Home » » Suu Kyi Menentang Larangan Manikah Beda Agama

Suu Kyi Menentang Larangan Manikah Beda Agama

Written By Unknown on Minggu, 23 Juni 2013 | 08.45

Myanmar, infobreakingnews
Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi kemarin mengkritik proposal yang diajukan para biksu nasionalis Myanmar yang melarang perkawinan antara perempuan Buddha dengan laki-laki dari agama lain. Menurut dia hal ini menggambarkan pelanggaran hak asasi manusia.
"Ini hanya satu sisi. Mengapa hanya perempuan? Anda tidak bisa memperlakukan wanita   tidak adil," kata Suu Kyi, saat diwawancarai Radio Free Asia,  
"Saya juga mengerti hal ini tidak sesuai dengan hukum negara dan terutama bahwa itu bukanlah bagian dari agama Buddha," ujar peraih Nobel Perdamaian pada 1991 itu. "Ini merupakan pelanggaran hak-hak perempuan dan hak asasi manusia."
Proposal itu menyatakan bahwa laki-laki bukan dari agama Buddha yang ingin menikah dengan perempuan Buddha harus pindah agama terlebih dahulu dan memperoleh izin dari orang tuanya untuk menikah, atau dia akan mendapat resiko dipenjara selama sepuluh tahun. Proposal itu dipelopori oleh Biksu Wirathu yang terkenal kontroversial lantaran dituding memicu kerusuhan karena pernyataannya yang mengecam muslim.
Ide membuat proposal ini dicetuskan saat pertemuan yang dihadiri lebih dari 200 biksu di sebuah biara di luar Kota Yangon pekan lalu. Pertemuan itu dimaksudkan untuk membahas masalah kekerasan sektarian antara umat Buddha dan muslim di Myanmar.
Wirathu mengatakan aturan itu diperlukan sebab gadis Buddha kerap kehilangan kebebasan beragama ketika mereka menikah dengan lelaki muslim.
Suu Kyi sendiri dituduh oleh beberapa pegiat hak asasi manusia internasional telah gagal mengutuk kekerasan anti-Islam yang berkecamuk di Myanmar.
Seperti diketahui, puluhan orang tewas saat terjadi bentrok di Myanmar sejak Maret lalu. Sementara sekitar 200 orang meninggal pada tahun lalu saat kerusuhan sektarian meletup di sebelah barat Negara Bagian Rakhine.
Bulan lalu Suu Kyi juga mengkritik larangan kontroversial yang dikenakan kepada muslim Rohingya di Rakhine, yang tidak boleh memiliki anak lebih dari dua.Kritikan tokoh opisisi itu mendapat pujian dari berbagai tokoh Muslim dunia, termasuk Presden Iran, Hassan  Rouhani memuji Suu Kyi secara tegas.***Novi Koesdarman.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved