Jakarta, infobreakingnews - Perseteruan 36 anggota DPR dengan ICW . semakin memanas setelah dua anggota DPR Ahmad Yani dan Nudirman melaporkan ke Bareskrim Polri , terkait rilis ICW terhadap sejumlah anggota DPR yang diduga tidak pro pada pemberantasan korupsi
Respon politisi semacam itu dinilai berlebihan. Malahan bisa menjadi bumerang yang berbalik menelanjangi politisi bersangkutan pada tahun politik ini.
"Dan politisi juga harus membangun resistensi dengan elok. Ada juga yang kurang pandai sehingga malah bisa terpeleset," kata Direktur Riset SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) Jayadi Hanan pada diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (6/7/2013).
Jayadi menyatakan, politisi justru bisa menggali lubang kuburnya sendiri jika merespon rilis ICW dengan berlebihan. Soalnya, isu korupsi memang sedang menjadi sorotan publik. Masyarakat pun akan menilai respon para politisi terhadap rilis ICW.
"ICW memang tidak melakukan pure scientific investigation. Tetapi ICW mendorong isu korupsi ini dibahas di publik. Kalau itu tujuannya, ini bisa menjadi awal pembahasan anti korupsi," ujar Jayadi, optimis.
Politisi Hanura Sarifuddin Sudding dan politisi PPP Ahmad Yani telah melaporkan ICW ke Mabes Polri. ICW mengaku tak gentar ketika dilaporkan ke Mabes Polri. Namun ICW belum menerima surat panggilan dari kepolisian.
"Kita berani karena kita punya bukti yang cukup kuat. Kita memberikan kesadaran pada publik. Kita tak surut langkah," tegas Ketua Bidang Hukum ICW Emerson Yunto.Bahkan lebih dari itu, pembelajaran kepada anggota parleman kedepan diharapkan lebih memihak kepada rakyat dan ikut aktip memerangi kasus korupsi.
Banyaknya fakta yang menunjukan puluhan anggota DPR di daerah dan di Senayan yang terseret kasus korupsi bahkan dipenjarakan, membuat masyarakat luas semakin cerdas untuk tidak memilih caleg mendatang yang ternyata masih wajah lama yang tidak punya kontribusi kepada KPK dan rakyat.*** Candra Wibawanti



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !