Headlines News :
Home » » Kuasa Hukum Anas Minta KPK Mengusut keterlibatan Marzuki Alie

Kuasa Hukum Anas Minta KPK Mengusut keterlibatan Marzuki Alie

Written By Unknown on Minggu, 07 Juli 2013 | 19.16


Jakarta, infobreakingnews - Penyidik KPK terus mengusut kasus gratifikasi mobil Harrier yang membelit mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum . KPK juga secara simultan memeriksa saksi-saksi dan menyelidiki aliran dana Hambalang dalam kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010 lalu.

Tim kuasa hukum Anas, Carrel Ticualu mendesak KPK segera menyelidiki Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie dalam kongres Demokrat di Bandung. Dia menilai, dugaan money politik dan konstruksi hukum korupsi terhadap Marzuki lebih kuat ketimbang Anas.

Selain Marzuki, Carrel juga menduga ada aliran dana Hambalang yang masuk ke hotel Ritz Carlton Bandung milik Andi Mallarangeng . Dugaan ini diperkuat karena Choel Mallarangeng mengembalikan uang senilai Rp 5 miliar ke KPK beberapa waktu lalu.

"Ya kalau mau jujur, KPK harus periksa Ritz Carlton, hotelnya Andi Mallarangeng di Bandung. Jangan-jangan dana Hambalang malah ada di kandidat lain. Apalagi Choel Malarangeng sudah pernah mengembalikan dana Rp 5 miliar ke KPK yang mengaku terima uang dari Adhikarya sebagai tim sukses Andi Mallarangeng ," jelas Carrel kepada infobreakingnews.com, Minggu (7/7), di Jakarta.

Dugaan lain, pengakuan Yulianis yang memberikan sejumlah uang ke Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Selain itu, money politic yang terjadi di kongres Demokrat di mana suara Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie saling berkejaran merebut kursi ketua umum.

"Kemudian ada pembukuan dan pengakuan Yulianis setor ke Ibas sebelum kongres.
Belum lagi bagaimana dengan money politic di kubu Marzuki Alie , di mana terjadi kejar-kejaran jumlah suara pemilih saat kongres antara Anas Urbaningrum vs Marzuki Alie dengan beda suara yang tipis," tegas dia.

Dia menilai, dugaan-dugaan tersebut lebih kuat ketimbang kasus gratifikasi mobil Harrier yang membelit kliennya Anas. Dia pun menuding KPK hanya berani membidik Anas bukan yang lain.

"Seharusnya itu dibongkar dulu. Jauh lebih kuat konstruksi hukum dan alat buktinya.
Pertanyaannya, KPK berani dan mau jujur bongkar kasus atau hanya mau menargetkan Anas Urbaningrum saja sebagaimana tampak sekali bagaimana penyidik yang bernama Bambang Sukotjo menggiring para saksi Anas Urbaningrum sesuai dengan keinginan pemesannya untuk menjatuhkan Anas." ungkap Carrel.*** Mil

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved