Headlines News :
Home » » Morsi Ditahan, Pasukannya Dikejar Dan Obama Terus Memantau

Morsi Ditahan, Pasukannya Dikejar Dan Obama Terus Memantau

Written By Unknown on Kamis, 04 Juli 2013 | 09.27


Kairo, infobreakingnews - Tragedi yang dialami oleh Mohamed Morsi. Usai digulingkan militer Mesir dari kursi kepresidenan, Morsi kini harus berada di dalam tahanan rumah.


"Morsi dan seluruh tim kepresidenan saat ini berada dalam tahanan rumah," ujar putra salah satu staf Morsi, Gehad El-Haddad seperti dilansir dari AFP, Kamis (4/7/2013).

Ayah Gehad, Essam El-Haddad merupakan orang kepercayaan Morsi. Essam diyakini juga salah satu orang yang ikut ditahan akibat kudeta militer ini,karena sejak awal dia sudah menjadi target penangkapan Militer.

Morsi saat ini sudah dipindahkan dari kantor presiden ke sebuah tempat yang masih dirahasiakan. Seluruh akses informasi mengenai keberadaan Morsi kini diputus. Banyak kalangan meyakini Morsi di tahan di sebuah fasilitas militer.

Orang-orang terdekatnya juga tidak bisa lagi mendapat akses informasi soal kondisi Morsi. Ia ditahan terpisah dari grup kepresidenan.

Kerusuhan akibat jatuhnya Morsi semakin melebar. Total korban tewas hingga saat ini menjadi delapan orang. Sebanyak 343 orang terluka akibat bentrokan di seluruh Mesir.

Pasukan keamanan Mesir juga telah mengklaim berhasil menangkap pemimpin Ikhwanul Muslimin, Saad el-Katatni dan Rashad Al-Bayoumi. Keduanya kini sudah ditahan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan penggulingan Morsi dari kursi kepresidenan. Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir ditunjuk untuk menjadi pemimpin sementara hingga pemilu kembali 

Sementara Presiden AS, Barack Obama, terus memantau perkembangan terkini di Mesir pasca jatuhnya Presiden Mohamed Morsi. Obama berharap pihak militer Mesir bisa secepatnya mengembalikan kondisi politik dan keamanan.

"Saya berharap militer Mesir bergerak cepat dan bertanggung jawab untuk dapat mengembalikan otoritas kembali ke pemerintahan sipil yang terpilih secara demokratis secepat mungkin," kata Obama melalui pernyataan tertulis Gedung Putih seperti dilansir dari CNN, Kamis (4/7/2013).

Obama sendiri prihatin dengan kondisi politik dan keamanan yang terjadi di Mesir. Namun dia percaya, masa depan Mesir hanya bisa ditentukan oleh rakyatnya sendiri.

"Masa depan Mesir hanya dapat ditentukan oleh rakyat Mesir," tegas Obama.

Obama masih percaya, azas demokrasi di Mesir adalah paham yang paling cocok. Untuk itu ia meminta kepada militer Mesir untuk memastikan hak-hak politik seluruh warga bisa terpenuhi.

Ia juga meyakini tidak ada perjalanan menuju demokrasi yang dilalui tanpa menemui kesulitan. Amerika Serikat sudah siap dengan segala bantuan yang diperlukan warga Mesir.

"Dan kami akan terus bekerja dengan orang-orang Mesir untuk memastikan bahwa transisi Mesir menuju demokrasi berhasil," tandasnya.***Novi Koesdarman
.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved