Jakarta, infobreakingnews - Penertiban PKL Tanah Abang dilakukan sejak Minggu (11/8/2013) pagi dengan menurunkan tim terkait dalam jumlah yang cukup besar, guna mengantisipasi gejolak dari kalangan pedagang serta imbas premanisme, sebagaimana gambaran PKL Tanah Abang selama ini yang dikenang masyarakat luas Ibukota. Oleh karena itu, Gubernur Jokowi memberikan instruksi kepada segenap aparat dinasnya, agar menciptakan suasaana semua pihak menjadi pemenang nya.
Sebelumnya Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah, memimpin apel sebelum melakukan kegiatan membenahi Pasar Tanah Abang agar terlihat nyaman, kinclong dan menarik pengunjung nantinya agar menguntungkan para pedagang.
Saefullah menegaskan, anggota TNI tidak akan ikut langsung dalam proses pembongkaran lapak-lapak pedagang kaki lima di Tanah Abang. Ia mengatakan, kehadiran tentara di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2013) pagi, hanya untuk kegiatan penataan, yaitu mengecat tembok-tembok di sejumlah titik bangunan di sepanjang Jalan Kebon Jati.
"TNI hanya back-up, bantu ngecat-ngecat mulai dari sana (arah timur Jalan Kebon Jati) biar kinclong," ujarnya di Tanah Abang, Minggu pagi.
Petugas pengamanan dalam penertiban dan penataan di kawasanTanah Abang hari ini berjumlah 705 orang (sebelumnya diseburkan 625 orang), yang terdiri atas Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Polri, dan TNI. Menurut Syaefullah, pembongkaran lapak PKL akan dilakukan oleh Satpol PP dibantu anggota Polri. Dinas Pemadam Kebakaran untuk membersihkan tempat-tempat yang kotor, dan Dinas Perhubungan akan mengatur lalu lintas. Selama proses penertiban dan penataan, lalu lintas yang melewati Jalan Kebon Jati akan ditutup untuk kendaraan umum.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !