Jakarta, infobreakingnews - Baru saja beberapa menit Hercules bebas dari masa hukuman yang dijalaninya selama 4 Bulan 14 hari, keluar dari tahanan Polda Metra Jaya, langsung kembali ditangkap dengan dua tuduhan tindak pidana pemerasan dan pencucian uang. Hal ini merupakan kejahatan krah putih yang dilakukan oleh Preman, yang biasanya model kejahatan ini hanya dilakukan oleh kalangan pejabat publik.
"Hercules kami tangkap karena kasus pemerasan dan pencucian uang. Kasus-kasus tersebut sudah dilakukan dari tahun 2006 Sebelumnya, Hercules Rozario Marshall kembali diringkus Polrestro Jakarta Barat setelah bebas dari masa tahanannya di Rutan Polda Metro Jaya, Sabtu (3/8/2013) pagi. 2012," kata Hengki di Mapolrestro Jakarta Barat,
Menurut Hengki, ini adalah pertama kalinya seorang pelaku kejahatan street crime terlibat kasus pencucian uang
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, memprotes pihak kepolisian atas penangkapan Hercules Rozario Marshall. Meskipun, organisasi yang dipimpin Hercules, Gerakan Rakyat IndonesiaSebelumnya, Hercules Rozario Marshall kembali diringkus Polrestro Jakarta Barat setelah bebas dari masa tahanannya di Rutan Polda Metro Jaya, Sabtu (3/8/2013) pagi, lalu ditangkap lagi pada Sabtu, pukul 11.30 WIB.
"Kalau ada orang bersalah tegakkan hukum. Saya termasuk orang yang protes, kenapa polisi bikin apel. Apakah wajar ada apel di depan perumahan. Kalau orang itu salah tangkap, tapi jangan bikin apel yang memprovokasi. Itu konyol menurut saya," kata Fadli Zon disela-sela open house dikediaman Jimly Asshiddiqie, Jakarta, Sabtu (10/8/2013).
Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum sehingga harus tunduk kepada hukum. Sehingga, katanya, polisi tidak bisa bertindak secara sewenang-wenang. "Termasuk polisi, tentara dan pejabat negara," ujarnya.
Fadli juga melihat polisi hanya mencari kesalahan Hercules ketika diringkus kembali. "Konyol ya cara polisi begini. Kita tidak ingin seperti itu, polisi yang jujur jangan ada dendam pribadi," tuturnya.
Fadli menegaskan kembali organisasi yang dipimpin Hercules tidak berafiliasi dengan Gerindra. Namun, ia mengakui Hercules mendukung Gerindra.
"GRIB itu bukan sayap Gerindra tapi ormas yang menyatakan mendukung Gerindra. Kita ini Indonesia Raya, di Aceh ada mantan GAM ikut, anaknya Kartosuwiryo juga bergabung dengan Gerindra, ada anaknya Mathius Suwenda OPM dulu juga gabung di Gerindra," tuturnya.
Hercules yang selama ini dikabarkan sangat dekat dengan bos Gerindera Prabowo Subijanto, sama sekali tidak melakukan perlawanan ketika kembali dirinya dijebloskan kedalam sel tahanan Polda Metra Jaya. Dengan kedua pasal berlapis yang dituduhkan padanya, Hercules terancam maksimal 20 tahun penjara, jika kedua hal yang dituduhkan itu memang terbukti nanti di Pengadilan.
Sementara itu pihak Kepolisihan melindungi dan menjamin akan keselamatan para pelapor yang akan memberikan keterangan korban lainnya yang selama itu diperas Hercules.Penindakan secara tegas terhadap tokoh Pemuda seperti Hercules yang juga dikenal didunia hitam Preman di Ibukota, merupakan shock therapy bagi premanisme lainnya.***Samuel Aritonang.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !