Headlines News :
Home » » Senjata Kimia Suriah Akan Membuka Konflik Perang Dunia

Senjata Kimia Suriah Akan Membuka Konflik Perang Dunia

Written By Unknown on Minggu, 08 September 2013 | 01.17

Vladimir Puttin

SAINT PETERSBURG, infobreakingnews  – Perdebatan yang semakin sengit antara Rusia dan Amerika, dua negara adikuasa yang memegang perenjataan canggih senatero jagad, terkait rencana penyerangan secara besar besar Amerika ke Suriah dalam waktu dekat ini.

Ketegangan kedua negara adi kuasa ini semakin mempengaruhi banyak negara besar lainnya, yang pro kontra terhadap tuduhan Amerika terhadap Suriah yang telah melakukan pemusnahan massal terhadap warga sipil di Suriah dengan menggunakan senjata kimia, yang diproduksi oleh Presiden Suriah, Assad

Apalagi setelah orang nomor satu Rusia Vladimir Puttin mengeluarkan pernyataan yang berinidkasi menaikan tensi dengan Amerika Serikat (AS) mengenai konflik Suriah. Putin berjanji akan membantu Suriah bila AS dan sekutunya menyerang Rusia, dan kedua negara besar yang sejak lama bersetru ini saling mendapat dukungan dari berbagi negara dunia lainnya, sehingga sangat dimungkinkan jika serangan Amerika ke Suriah nanti mendapat balasan dari Russia, maka pintu gerbang memasuki perang dunia yang dasyat bisa terjadi, karena masing masing didukung oleh para sekutunya.

Pernyataan itu keluar ketika Putin menjawab pertanyaan awak media dalam pertemuan G-20 di Kota Saint Petersburg, Russia. Putin juga menyatakan mereka akan memperluas kerja sama dengan Suriah di bidang kemanusian dengan menyediakan bantuan yang diperlukan warga Suriah.
Putin kembali menuduh isu senjata kimia hanya akal-akalan dari pemberontak Suriah untuk mendapat dukungan internasional. “Ini hanya upaya (pemberontak) mendapat dukungan dari negara yang memang mendukung mereka, jadi itulah inti dari provokasi atas issue senjata kimia mereka,” ujar Putin seperti dikutip dari , Sabtu (7/9/2013).
Dia juga menegaskan perpecahan dalam kubu AS, Turki, Kanada, Arab Saudi dan Perancis yang mendukung operasi Suriah melawan tim penentang yang terdiri dari Russia, China, India, Indonesia, Argentina, Brazil, Afrika Selatan dan Italia itu tidaklah benar.***Novi Koesdarman

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved