Headlines News :
Home » » Pemenggal kepala Jurnalis AS adalah Penyanyi Kaya di Inggris

Pemenggal kepala Jurnalis AS adalah Penyanyi Kaya di Inggris

Written By Infobreakingnews on Senin, 25 Agustus 2014 | 16.44

London, Infobreakingnews  - Anggota teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) asal Inggris, John Bary  yang telah memenggal kepala jurnalis Amerika Serikat, ternyata dulu dikenal sebagai penyanyi rap.

Seperti dilansir Dailymail, Minggu (24/8/2014), John yang diduga sebagai pelaku pemenggal kepala James Foley, merupakan anak dari keluarga kaya di Inggris.
Setelah dewasa John  mencoba meniti karier sebagai rapper (penyanyi rap) dan memiliki nickname (julukan) L'Jinny.
Diketahui sebelum pergi ke Suriah, John diketahui tinggal di rumah seharga 1 miliar Pounds milik orangtuanya di Maida Vale.
Namun, sejak tahun 2012, John mulai mengunggah foto dirinya memakai penutup muka dan memegang senapan serbu AK-47.
"Memalukan bagi kaum muslim yang malu untuk menjadi mujahid," tulis John di "dinding" Facebook miliknya, medio tahun 2012.
John Bary tak lagi mengunggah foto-foto dirinya ke Facebook. Nama John kembali diperbincangkan setelah ia diduga menjadi eksekutor jurnalis AS yang ditawan ISIS.
sumber dana untuk menyokong pergerakan ISIS , diperoleh laporan yang dilansirNews.com.au dan The New York Times menyebut ISIS memiliki uang mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 23,4 triliun.
Dana triliunan tersebut didapat dari donatur, uang tebusan dari aksi penculikan, dan pajak dan pendapatan perusahaan swasta dan pemerintah di Irak dan Suriah yang ISIS kuasai. Mereka juga peroleh dari hasil perampokan ke sejumlah bank.Uang yang mereka dapat kemudian mereka gunakan untuk membeli senjata dan memberi "gaji" kepada anggotanya.

"Bayaran yang diterima para anggotanya lebih besar, mereka dilatih dan dipersenjatai dengan baik. Bahkan lebih baik dari tentara Irak dan Suriah," ujar Sheikh Hassan, seperti dimuat New York Times,Senin (25/8/2014)

Saat ini ISIS tengah gencar memperluas daerah kekuasaan sebagai bagian dari misi mereka untuk mendirikan Negara Islam yang besar. Mereka kini sedang mencoba memperluas wilayah dan kekuasaan melebihi pemerintah setempat (Irak dan Suriah).


Belum lama ini ISIS merebut pangkalan udara militer Suriah di Tabqa. Militer Presiden Suriah Bashar al-Assad sedang mempersiapkan serangan balasan dan perebutan kembali basis tersebut.*** Nadya
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved