Jakarta, infobreakingnews - Politik PDI Perjuangan Sukur Nababan mengkhawatirkan pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada 9 Desember mendatang menimbulkan situasi yang "chaos". Pasalnya, pilkada dilaksanakan secara serentak di 269 daerah, disertai dengan potensi masalahnya masing-masing.
"Soal keamanan, kalo tipis angkanya (selisih menangnya), bisa menimbulkan kegaduhan. Bayangkan kalau mayoritas daerah rusuh, ini bisa 'chaos'. Apakah polisi cukup? Sedangkan menangani satu daerah saja, kepolisian kewalahan," ujar Sukur Nababan dalam diskusi publik bertajuk "Mengukur Kesiapan Pilkada Serentak 2015" di Hotel Sofyan, Cikini, Jakarta, Senin (29/6).
Diskusi yang diselenggarakan Prodi Komunikasi Politik Pasca Sarjana Univeristas Mercu Buana (UMB) ini, dihadiri sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Bawaslu, Muhammad, Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiansyah, politisi Partai Gerindra, Biem Triani Benjamin, dan pengamat komunikasi politik dari UMB, Heri Budianto.
Menurut Sukur, potensi penanganan kerusuhan bisa menjadi problem besar. Dia tidak yakin kepolisian cukup kuat untuk mengatasinya.
Apalagi, katanya, pilkada serentak tidak lebih efektif, lebih efisien, lebih murah, dan penanganannya tidak mudah dikendalikan.
"Awalnya kita bertujuan pilkada serentak agar lebih murah, efektif, efisien dan mudah dikendalikan. Tetapi, ternyata pilkada serentak lebih mahal, tidak efektif dan tidak efisiensi," tandasnya.*** Candra Wibawanti.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !