![]() |
| Dwikora Karnawati, Rektor UGM |
Bahkan, perempuan yang namanya disamarkan sebagai Titin Rahaju itu mengaku pernah disuruh tentara yang menangkapnya untuk naik ke meja.
Di UGM, Loekman dikenal sebagai salah satu guru besar yang kerap bersuara kritis dan progresif terhadap perkembangan sosial. Meski begitu, tak ada yang menyangka jika Loekman diduga terlibat dalam sejarah kelam itu.
Berkaitan dengan hal itu, Rektor UGM Dwikorita Karnawati mengklaim secara kelembagaan, institusinya bersih, yakni menempatkan tanggung jawab individu dan kelembagaan sesuai porsinya. Ia meminta publik tidak mencampuradukkan kasus itu.
"Tidak mungkin UGM secara kelembagaan menjangkau sepak terjang orang per orang, apalagi dalam kemelut sejarah masa lalu," kata Dwikorita melalui pesan singkat yang diterima infobreakingnews.com, Senin(23/11/2015).
Menurut dia, kalau pun akan mengadili sejarah orang per orang haruslah ditempatkan sesuai porsinya. UGM, lanjutnya, sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia dan prihatin atas segala bentuk pelanggaran HAM. "Namun, kami juga tetap menghormati asas praduga tak bersalah," ujarnya.*** Yohanes Suroso.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !