Headlines News :
Home » » Terungkap Dipersidangan Keserakahan Rio

Terungkap Dipersidangan Keserakahan Rio

Written By Infobreakingnews on Senin, 23 November 2015 | 18.25

Gaya Koruptor Kelas Kambing yang Senyam-Senyum Walau Masuk Penjara
Jakarta, infobreakingnews - Hasil pantauan dipersidangan, barulah diketahui secara jelas kalau terdakwa Rio Capella, sangat berharap uang jasa dari pihak Gatot, yang waktu itu masih menjabat Gubernur Sumut, sejumlah uang pelicin, atas prakarsanya yang telah mempertemukan Gatot dengan Surya Paloh. Namun setelah uang Rp 200.juta berhasil diterima Rio melalui Sisca, sahabat lamanya kerika masih berkuliah di Brawijaya, yang bisa magang di kantor pengacara kondang OC,Kaligis juga karena jasa Rio, mantan sekjen Nasdem sekaligus anggota komisi III DPR RI itu, semakin tampak ngelunjak, sehingga menjanjikan kepada pihak Gatot, akan membantu urusan perkara Bansos ke jaksa agung, yang memang merupakan kader Nasdem.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) nonaktif Gatot Pujo Nugroho mengakui bersama sang istri, Evy Susanti telah memberikan uang sebesar Rp 200 juta kepada mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella melalui Fransisca Insani Rahesti alias Sisca.
Uang tersebut diberikan lantaran Gatot menilai Rio berjasa dalam terjadinya pertemuan di Kantor DPP Nasdem pada Mei lalu. Pertemuan yang dihadiri oleh Gatot, OC Kaligis, Ketua Umum Surya Paloh dan Wakil Gubernur Sumut saat itu, Tengku Erry Nuradi itu bertujuan untuk mendamaikan Gatot dan Erry yang hubungannya sempat memanas.
Jasa Rio dalam pertemuan di DPP Partai Nasdem itu diungkapkan Gatot saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Rio Capella di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (23/11).
Dalam persidangan tersebut, Gatot mengaku uang sebesar Rp 200 juta itu diminta oleh Sisca atas permintaan Rio Capella. Kepada Gatot, Sisca menyebut uang tersebut untuk minum-minum kopi Rio yang dianggap telah berjasa terjadinya pertemuan dan mediasi di Kantor DPP Nasdem. Meskipun, Rio Capella tak hadir dalam pertemuan tersebut.
"Karena permintaan sisca. Katanya permintaan Rio Capella. Yang tersampaikan untuk ngopi-ngopi, dalam arti minum-minum kopi. Yang menurut saya, tanda petik, jasa mediasi islah," kata Gatot.
Dalam persidangan ini, Gatot mengaku tak pernah bertemu langsung dengan Rio untuk membahas mediasi di Kantor DPP Nasdem. Sejumlah agenda pertemuan batal dilaksanakan lantaran Rio tak hadir atau sebaliknya.
"Kami pernah bertemu dengan Pak Rio di Hotel Mulia, rencananya ada pertemuan, dengan satu dan lain hal sayanya bisa, Pak Rio ngga bisa, begitu juga pernah sebaliknya," kata Gatot.
"Akhirnya dengan ibu (Evy) saja. Itu juga yang diyakinkan Pak Rio, maksudnya supaya istri saya saja yang melanjutkan. Pak Rio juga bersedia," katanya.
Lebih daripada itu terungkap pula bagaimana prilaku terdakwa Rio saat bertemu dengan Evi, isteri muda Gatot, perempuan berdada busung dan seksi itu, Rio terkesan menggoga nakal dan dihadapan Evi berulangkali Rio memuji Evi.
"Mustinya Ibu Evi yang menjadi Gubernur, karena sangat pantas." puji Rio, sebagaimana yang ditirukan Evi dimuka persidangan tipikor Jakarta.
Diberitakan, JPU KPK mendakwa Rio selaku anggota Komisi III DPR menerima hadiah atau janji berupa uang sebesar Rp 200 juta dari Gatot dan Evy Susanti melalui Sisca yang juga anak buah advokat OC Kaligis setelah Rio bertemu dengan Gatot di Restoran Edogin Hotel Mulia, Senayan, Jaksel pada awal April 2015. Dalam pertemuan tersebut, Rio mampu meyakinkan Gatot bahwa dirinya bisa mengurus perkara yang membelit politisi PKS itu di Kejagung. Pasalnya, perkara yang diselidiki dan disidik Gedung Bundar maupun Kejati Sumut diduga bermula dari laporan Wagub Sumut Tengku Erry yang juga kader Partai Nasdem.

Dalam uraian jaksa disebutkan, kepada Gatot, Rio mengaku menjadi kandidat jaksa agung sebelum HM Prasetyo ditunjuk Presiden Jokowi.

Setelah menerima uang Rp 200 juta, terdakwa diyakini penuntut umum, bertemu dengan Evy serta Sisca di Planet Holywood Cafe Hotel Kartika Chandra pada 22 Mei 2015. Pada pertemuan tersebut, Rio Capella menyatakan dirinya bakal berkomunikasi dengan pihak Kejagung sepulang umrah agar pihak-pihak yang telah islah seusai di Kantor DPP Nasdem cooling down.
Setelah KPK mengadakan operasi tangkap tangan di Medan dengan menangkap tiga hakim dan satu panitera PTUN Medan serta memeriksa saksi-saksi, Rio bertemu dengan Sisca di lobi Hotel Kartika Chandra, sekitar Agustus 2015. Dalam pertemuan tersebut Rio mengatur Sisca untuk tidak membeberkan uang suap Rp 200 juta.
Bahkan menurut keteraangan Sisca didepan persidangan, Rio berulangkali meminta agar Sisca mengakui bahwa uang itu masih ada ditangan Sisca, walau sesungguhnya uang itu telah hampir sebulan lebih lamanya dipegang Rio.
Apapun itu, selalu prilaku korupror itu sangat serakah, walau sudah menjadi orang hebat, banyak uang masukan sebagai sekjen partai yang saat ini sedang dekat dengan pihak penmguasa. paling tidak sebagai anggota DPR, pihak pemerintah sudah memberikan rumah dinas gratis beserta mobil mewah dan segudang fasilitas, namun keserakahan dan tidak bersyukur itulah yang membuat seorang menjadi berprilaku koruptif. 
Kini , selamat menikmati hotel prodeo yang juga serba gratis dipenjara pengap KPK. *** Candra Wibawanti.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved