Headlines News :
Home » » Justru Pasukan Perempuan Ini Yang Ditakuti ISIS

Justru Pasukan Perempuan Ini Yang Ditakuti ISIS

Written By Infobreakingnews on Kamis, 10 Desember 2015 | 17.58

Pasukan Perempuan Kobani
Raqqa, infobreakingnews - Satu sisi ISIS dikenal sangat biadab dan doyan memperkosa perempuan dalam aksi terornya. Namun belakangan baru terungkap jika ternyata ada satu ajaran ISIS yang sangat harus dipahami oleh semua pasukan ISIS, bahwa mereka tidak akan masuk surga jika mati dibantai oleh Pasukan perempuan Kurdi yang dikenal sebagai Pasukan Kobani.

Kobani sendiri adalah merupakan Unit Perlindungan Perempuan, sebuah faksi dari YPG, dibentuk tiga tahun lalu dan telah dipuji sebagai kekuatan vital yang melawan kelompok militan Islamic State (ISIS).
 
Bersama dengan YPG mereka akan berupaya mengambil alih Kota Ayn al-Arab atau biasa dikenal dengan Kobani.  Dan pasukan Kobani ini memiliki lebih 10.000 tentara perempuan yang langsung terlibat dalam operasi pemberantasan ISIS.
 
Salah satu komandan unit perempuan ini, Telhelden, yang berusia 21 tahun mengatakan bahwa keterlibatan unit ini bisa memberikan keuntungan dalam melawan ISIS.
 
"Mereka pikir mereka berjuang atas nama Islam," ujar Telhelden, kepada CNN, Kamis (10/12/2015). "Mereka percaya jika seorang militan ISIS dibunuh oleh perempuan Kurdi, mereka tidak akan masuk surga," lanjutnya.
 
Seorang anggota unit ini, Efelin, 20 tahun,  bersumpah bahwa jika ISIS mencoba kembali, mereka tidak akan meninggalkan mereka dalam keadaan hidup.
 
"Lihatlah di Irak, di mana merka memperkosa perempuan dan membantai orang-orang. Ini adalah masalah kehormatan untuk membela diri kita terlebih dahulu, dan kemudian keluarga dan negara kami," ucap Nujaan.
 
Keberhasilan militer perempuan jauh dari peraturan di bawah ISIS di mana gadis-gadis Muslim dapat 'sah' menikah dengan militan ISIS dari usia sembilan tahun. Bahkan ada laporan menyebutkan perempuan-perempuan dari kelompok minoritas yang diperkosa dan diperbudak kelompok militan itu.
 
Dalam manifesto berisi 10 ribu kata yang dikeluarkan oleh ISIS, disebutkan peran perempuan dalam rumah tangga. Manifesto itu mengkritik keras konsep HAM dan kesetaraan gender ala Barat.
 
Manifesto itu menyebutkan bahwa perempuan harus tetap di rumah. Selain itu mereka juga pendidikan untuk perempuan berhenti pada usia 15 tahun,
 
Perempuan bisa meninggalkan keluarga dan bekerja sebagai dokter atau guru untuk maksud peperangan. Namun mereka harus ditunjuk langsung dan selalu ditemani oleh penjaga laki-laki yang mengikutinya selalu di luar rumah, serta harus berpakaian tertutup secara keseluruhan.
 
Meskipun tetap ikut berperang, Unit perempuan tersebut sadar bisa dibantai karena dianggap oleh ISIS sebagai kafir. Namun mereka bersikeras untuk tetap terjun ke medan pertempuran dan melawan ISIS.
Mustinya para sekutu seperti Amerika dan negara besar lainnya yang kini sangat ingin menghancurkan pasukan ISIS, harus banyak memberikan perlindungan dan senjata mutahir sekaligus dana berperang kepada pihak Kobani. *** Irdan Ramadhan.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved