Jakarta, infobreakingnews - Sepandai-pandai tupai melompat, sekali wakti akan jatuh juga. Pepatah Tiongkok ini boleh jadi tepat bagi Jessica, perempuan berwajah tenang walau berkali kali menghadapi pemeriksaan sampai belasan jam dihadapan para penytidik Polda yang terlatih menangani berbagai kasus kriminal.
Ketenangan sikap Jessica dan memiliki mental yang tangguh, bisa menjadikan pembuktian dimeja hijau pengadilan negeri Jakarta Pusat akan menguras perhatian banyak pihak.
Apalagi pasal yang dituduhkan pada Jesssica adalah 340 pembunuham berencana dengan hukuman maksimal mati, membuat majelis hakim harus memiliki kemantaban hati dari bukti yang ada terbentang, apalagi dalam kasus ini tidak sedikit pakar kriminalog yang ragu apalagi tidak ada bukti kuat orang yang melihat Jessica menaburkan racun sianida kedalam gelas kopi yang dipesannya.
Sejauh ini Polisi memiliki petunjuk yang menyakinkan dari CCTV yang kini ditangan Penyidik, menjadi salah satu pentunjuk penting dalam penetapan tersangka Jessica di kasus tewasnya Wayan Mirna (27). Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan melihat langsung 45 menit tayangan CCTV yang diputar ulang.
"Setelah pelayan datang, dan menaruh minuman, dia memindahkan kopi ke tempat dia, tidak lama kemudian memindahkan lagi ke tempat semula," jelas Edi, Senin (1/2/2016).
Edi menegaskan tidak tahu apa yang terjadi saat kopi dipindahkan. Jessica memang datang lebih dahulu, memesan minuman, dan menunggu di Kafe Olivier. Namun Jessica juga sempat menaruh papper bag di atas meja.
"Dia juga sempat pindah-pindah tempat duduk, kita ngggak tahu kenapa," tambahnya.
Edi menegaskan, CCTV ini menjadi bagian penting yang disebut sebagai petunjuk.
"CCTV ini lama dianalisa oleh pakar IT forensik, juga psikolog," tuturnya lagi.
Tidak lama Mirna dan temannya Hani datang. Setelah menyeruput kopi, dua menit kemudian Mirna kejang-kejang.
"Polisi juga harus menyiapkan diri bila nanti ada gugatan di praperadilan," tutup dia.
Pengacara Jessica, Yudi Wibowo sudah menepis alibi soal CCTV ini. Dia menyebutnya sebagai rekaan. Yudi meminta kalau benar kliennya yang menaruh racun, hadirkan orang yang melihat secara langsung. *** Raymond Sinaga.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !