Jakarta, infobreakingnews - Kepala Bidang Kesehatan dan Kedokteran Polda Metro Jaya, Kombes Pol Musyafak memastikkan Jessica Kumala Wongso tidak dalam keadaan stres saat ditahan kemarin malam. Musfayak bilang kondisi itu didapat setelah Jessica menjalani pemeriksaan kesehatan.
"Untuk sementara, waktu pas ditahan, kita periksa belum ada (tanda stres). Masih dalam keadaan normal dan tensi bagus," kata Musyafak kepada sejumlah wartawansaat dihubungi wartawan, Senin (1/2/2016).
Musyafak menjelaskan, secara prosedural Jessica harus diperiksa saat masuk ke dalam rutan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan awal Jessica. "Supaya enggak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," ucap dia.
Sehari ditahan di rutan, pihak Dokkes belum kembali memeriksa kondisi Jessica. Sebab, pemeriksaan dilakukan secara rutin hanya dengan permintaan saja. "Permintaan berikutnya tergantung penyidik" tambah dia.
Sebelumnya, pengacara Jessica, Andi Yusuf Maulana mengungkapkan kliennya sempat depresi lantaran masalah yang dihadapi. Bahkan, karena depresi, Jessica memutuskan untuk menginap di salah satu hotel di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara.
"Itu juga karena saran orangtua. Kan orangtuanya sudah tua. Jessica juga lagi depresi untuk itu minta pertimbangan kami (menginap di hotel)," kata Andi.
Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka, Jumat 29 Januari. Jessica ditangkap sekitar pukul 07.00 WIB, Sabtu 30 Januari di salah satu hotel di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara.
Kestabilan jiwa Jessica membuat banyak pakar dari berbagai bidang menjadi dibuat bingung dan harus ekstra hati hati, karena kasus ini menyangkut sanksi hukuman mati bagi pelaku pembunuhan berencana Wayan Mirna.
Polisi harus mencari tau ada persoalan apa diantara Jessica dan Mirna selama di Australia itu, karena ternyata walaupun posisi rumah kedua orangtua mereka sama sama dikawasan Sunter dan sama sama dari keturunan Tionghoa, tapi nyatanya mereka belum saling kenal di Jakarta.
Jika memang Jessica yang meracuni Mirna, pasti ada perseteruan mereka berdua ketika berada di Australia itu, dan apa itu ? sehingga menjadikan sebuah dendam kesumat yang mematikan Mirna. Sebab ketika Jessica datang ke Jakarta, sebelum peristiwa naas kopi itu, mereka sudah pernah sebelumnya dua kali bertemu dengan suami Mirna ikut serta.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito sendiri menyebutkan kasus Mirna ini telah menjadikan pertaruhan antara kaum pakar dengan Polisi. *** Candra Wibawanti.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !