![]() |
Jakarta, Info Breaking News - Pusat Penelitian dan
Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) hari ini mengirimkan tenaga ahli Pilot Remotely Operated Vehicle (ROV)
P3GL Sangat untuk bergabung dengan tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
Nasional (Basarnas) dan relawan lainnya dalam usaha pencairan korban serta
bangkai kapal tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara
Sangat
ditugaskan membantu mengoperasikan ROV Sea Eye Falcon. Pengiriman tenaga ahli
ini dilakukan setelah Direktorat Operasi Basarnas meminta Asistensi Operasi
Pencarian dan Pertolongan kepada P3GL. Setelah tujuh hari, Basarnas
memperpanjang waktu pencarian kapal dan korban sehingga memerlukan dukungan
dari berbagai pihak.
“P3GL
dihadirkan untuk memberikan bantuan tenaga ahli mengingat terbatasnya pilot
yang mampu mengoperasikan ROV di tanah air,” tutur Hedi dalam keterangan
tertulis di Jakarta, Rabu (27/6/2018).
Hedi
menjelaskan posisi bangkai kapal Sinar Bangun sudah terindentifikasi pada
kedalaman 460 meter. Lokasi bangkai kapal dinilai cukup dalam sehingga
memerlukan pemetaan hidrografi dengan peralatan ROV ECA H1.000 semi
work class untuk memastikan lokasi tenggelamnya kapal.
Penentuan titik lokasi kapal penting dalam membantu proses pengangkatannya
karena diperkirakan banyak korban berada di dalamnya.
"Sangat
akan bertugas hingga selesainya misi pencarian menggunakan ROV," ujarnya.
ROV sejatinya
adalah robot atau kendaraan bawah air tanpa awak yang dioperasikan dengan remote
control atau otomatis, bahkan dikendalikan jarak jauh dari
atas kapal. Alat ini sangat membantu untuk mengetahui kondisi perairan yang
ekstrim dan sulit dijangkau oleh manusia, sementara operator yang
mengoperasikannya tetap berada di atas permukaan kapal.
ROV
dilengkapi dengan peralatan atau sensor tertentu seperti kamera video,
transponder, kompas, odometer, bathy (data kedalaman) atau alat lainnya,
tergantung dari keperluan dan tujuan operasi kapal. Beberapa ROV juga
dilengkapi SONAR, magnetometer, manipulator atau lengan untuk memotong,
mengambil sampel air, serta instrumen mengukur kejernihan air, penetrasi cahaya
dan suhu.
Sistem
ROV terdiri atas kendaraan (atau sering disebut ROV itu sendiri), yang
terhubung oleh kabel umbilical ke ruangan kontrol operator untuk melakukan
kontrol dari atas permukaan air (bisa di kapal, rig atau barge). Permukaan dan
ditambatkan bersamaan dengan kabel yang membawa sinya listrik, video dan data
dari alat ke operator dan operator ke alat secara bolak balik.
Sistem
kendali pada ROV berupa sistem peluncuran dan sistem suplai tenaga listrik
maupun hidrolik. Tenaga listrik dan hidrolik, perintah atau sinyal kontrol
disampaikan dari ruang kontrol ke ROV, secara dua arah melalui kabel umbilical.
Operator
akan menerima dokumentasi, baik rekaman video, foto dan hasil pengamatan lainnya
saat mengoperasikan atau melakukan downloading (pengunduhan)
data setelah pengamatan apabila ROV dilengkapi teknologi penyimpan data.
***Armen Foster



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !