![]() |
| General Manager Pelindo II Cabang Pelabuhan Tanjung Priok Mulyadi |
Jakarta,
Info Breaking News - Digital port yang merupakan program Pelindo II mulai
tanggal 2 Juli 2018 mendatang akan mulai diuji coba oleh pengelola Pelabuhan Tanjung Priok untuk Pelayanan Pelabuhan Non Tunai (Auto Gate
Pass System) di seluruh pos pintu masuk pelabuhan tersebut.
General Manager Pelindo II Cabang Pelabuhan
Tanjung Priok Mulyadi mengatakan sosialisasi implementasi sistem tersebut sudah
dilakukan kepada para pelaku usaha terutama pelayaran dan angkutan truk. Dalam
pelaksanaannya auto gate pass system tersebut merupakan hasil kerja
sama antara manajemen Pelabuhan Tanjung Priok dengan salah satu anak perusahaan
Pelindo II yakni PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS).
“Implementasi auto gate pass system ini
merupakan bagian dari keseluruhan rencana digitalisasi layanan di Pelabuhan
Tanjung Priok,” ungkap Mulyadi di sela-sela acara buka puasa bersama dengan
Forum Wartawan Maritim Indonesia (FORWAMI), di Kelapa Gading, Kamis (7/6/2018).
Lebih lanjut Mulyadi menyebutkan kartu yang
digunakan di auto gate tersebut merupakan
kartu e-money yang selama ini bisa digunakan untuk transaksi di pintu tol
maupun pembayaran lainnya. Dia pun memastikan tidak akan mengubah tarif
yang selama ini berlaku di gate-in
pelabuhan.
Ke
depan, menurutnya, auto gate pass system
tersebut akan terintegrasi dengan sistem pelayanan lainnya di pelabuhan. Dia
mencontohkan truk-truk yang masuk ke pelabuhan akan memiliki nomor identitas
yang langsung terkoneksi dengan sistem layanan bongkar muat di pelabuhan.
“Implementasi auto gate pass system ini
bertujuan meningkatkan efisiensi proses receiving dan delivery truk. Selain
itu, untuk mengatur alokasi dan penjadwalan kontainer dan truk yang beroperasi
di pelabuhan,” imbuhnya.
Selain memberlakukan auto gate pass system, untuk meningkatkan kelancaran arus barang,
manajemen Pelabuhan Tanjung Priok juga telah membuat area parkir truk (buffer
area) seluas dua hektar dari rencana empat hektar yang berlokasi di bekas lahan In gom. Dengan
adanya buffer area, truk-truk yang menunggu antrian pengambilan kargo di dalam
pelabuhan, bisa masuk lokasi tersebut sehingga mengurangi kepadatan lalu lintas
di dalam kawasan pelabuhan.
Menyinggung zonasi pemanduan dan penundaan,
Mulyadi mengatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk meminimalisir komplain
dari pelanggan terkait dengan pelayanan dan pemanduan. Selain itu, untuk
menunjang penerapan sistem MOS (Marine Information System) tahun 2018.
“Untuk zonasi penundaan dan pemanduan, kami
mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan No 57 tahun 2015 serta Juknis yang
dikeluarkan Syahbandar tentang pemanduan kapal di pelabuhan Tanjung Priok,”
paparnya.
Sedangkan kesepakatan dengan pelaku usaha
ditandatangani tanggal 14 Desember 2017 antara Pelindo II dengan DPC INSA Jaya
tentang pembagian wilayah dan jumlah waktu penundaan kapal di Pelabuhan Tanjung
Priok.
Adapun teknis pelaksanaan untuk penundaan
kapal masuk di pelabuhan dimulai dari pilot boarding ground atau sesuai
perintah pandu sampai dengan kapal sandar di dermaga yang dituju. Sedangkan
penundaan kapal keluar pelabuhan mulai dari dermaga sampai dengan selesai
perindah pandu atau maksimal sampai pilot boarding ground.
Seperti
diketahui, pelaksanaan zonasi pandu tunda di pelabuhan Priok sudah diberlakukan
sejak Februari 2018 lalu.
Mudik
Sebagai bagian dari Pelindo II yang merupakan
perusahaan BUMN, Pelabuhan Tanjung Priok juga ikut serta dalam program Mudik
Bersama BUMN Bareng IPC Group.
Dari jumlah armada bus sebanyak 418 dari IPC
Group, Pelabuhan Tanjung Priok ikut memberangkatkan ribuan pemudik yang
diangkut dengan 18 bis untuk tujuan Pekalongan, Solo dan Yogyakarta.
“Kami berharap dengan mudik gratis yang
difasilitasi IPC Group ini bisa meningkatkan kenyamanan bagi para pemudik serta
mengalihkan penggunaan sepeda motor sehingga bisa meminimalisir laka lantas,”
tutur Mulyadi.
Selain memberangkatkan bis, Pelabuhan Tanjung
Priok juga menyediakan Posko Layanan Terpadu Lebaran Terminal Penumpang. Di
posko tersebut, petuga dari sejumlah instansi antara lain Otoritas Pelabuhan,
kesyahbandaran, Polres KP3, Basarnas, Karantina dan Kantor Kesehatan Pelabuhan
melakukan penjagaan untuk melayani arus mudik melalui kapal laut.
Pelabuhan
Tanjung Priok juga menempatkan petugas untuk mendukung kegiatan mudik gratis
motor menggunakan kapal laut bersama Kementerian Perhubungan. ***Dewi



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !