Headlines News :
Home » » Dukung Prabowo, Bambang Sudjatmiko Didepak PDIP

Dukung Prabowo, Bambang Sudjatmiko Didepak PDIP

Written By Info Breaking News on Jumat, 25 Agustus 2023 | 00.13


Jakarta, Info Breaking News
- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi memecat Budiman Sudjatmiko usai yang bersangkutan menyatakan dukungannya untuk bakal calon presiden (bacapres) Prabowo Subianto dari Partai Gerindra di Pilpres 2024.

"Memutuskan, memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Sdr. Budiman Sudjatmiko, M.A. M.Phil dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," bunyi surat keputusan DPP PDIP yang ditandangani oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada Kamis (24/8/2023) tersebut.


Sebelumnya, Budiman diberi pilihan untuk mundur atau dipecat. Ia pun menyatakan tak akan mundur dari posisinya di PDIP. Budiman menilai jika dirinya memilih opsi mundur, maka dirinya tidak bisa memberikan penjelasan alasan dirinya mendukung Prabowo Subianto.


"Untuk mundur saya? Enggak, ya bagi saya kalau mundur itu seperti malah saya tidak mendapatkan penjelasan, tidak punya kesempatan untuk menjelaskan apa yang menjadi argumen saya," tuturnya saat dihubungi, Senin (21/8/2023).


Terkait alasannya memilih mendukung Prabowo, Budiman mengaku hal tersebut tidak terlepas dari pandangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tentang aspek kepemimpinan.


Menurut Budiman, Megawati selalu berbicara bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki pandangan-pandangan strategik. 


"Nah, saya melihat bahwa kualifikasi-kualifikasi itu, setelah saya cermati dengan nalar saya, saya ingin mengatakan bahwa kualifikasi itu dari 3 tokoh yang selama ini ada, memang banyak ada di sosoknya Pak Prabowo," jelasnya.


Meski demikian, ia menyampaikan bahwa kepemimpinan Bacapres Ganjar Pranowo bukan berarti jelek atau buruk. Ganjar memang memiliki ciri khas kepemimpinannya sendiri, hanya saja calon yang sesuai dengan kriteria PDIP untuk tahun 2024 adalah Prabowo Subianto.


"Jadi saya pikir, ya itu langkah saya mungkin dianggap salah secara administratif, secara organisasional. Dan karena itu saya siap mempertanggungjawabkannya. Tetapi, saya meyakini bahwa secara ideologis dan secara strategis, saya sedang menerjemahkan posisi Ibu (Megawati) yang salama ini disampaikan," ungkapnya.


Lebih lanjut, Budiman menegaskan dirinya secara secara ideologis dan strategis, tidak melakukan kesalahan. Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa ia menolak untuk mundur.


"Tapi kan saya tidak merasa membuat pelanggaran-pelanggaran yang sifatnya ideologis dan strategis, begitu," pungkasnya. ***Winda Syarief


Dapatkan berita aktual lainnya, hanya tinggal klik Beranda di bawah ini.



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved