Headlines News :
Home » » Awas Angin Duduk Indentik Dengan Serangan Jantung Mematikan

Awas Angin Duduk Indentik Dengan Serangan Jantung Mematikan

Written By Info Breaking News on Selasa, 05 Maret 2024 | 14.02


Jakarta, Info Breaking News -
 
Angin duduk atau angina pectoris adalah kondisi saat merasa tidak nyaman atau nyeri di bagian dada.

Nyeri dada akibat angin duduk ini muncul karena gangguan aliran darah ke jaringan otot jantung. Kondisi ini juga mirip dengan serangan jantung.

Spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi, dr Adrianus Kosasih, SpJP(K) menjelaskan beberapa orang mungkin pernah mengalami episode serangan jantung. Pada kondisi ini, jantung di bagian lain masih bisa menjalani fungsi jantung meski telah terjadi serangan.

"Kadang-kadang kalau yang kena, ujungnya ada otot jantung yang rusak. Tapi, bagian jantung lain masih bisa kompensasi untuk pompa, orangnya itu nggak ada keluhan," beber dr Adrian saat temu media, Selasa (5/3/2024).

"Jadi, dia cuma merasakan episode serangan jantung, yang dibilang 'angin duduk'. Kayak masuk angin dan ngerasa kok badan nggak enak," lanjut dia.

dr Adrian menjelaskan serangan jantung memiliki rasa nyeri yang sering kali diabaikan. Nyeri dada akibat serangan jantung bersifat tumpul, tidak menusuk atau tajam.

Pada kondisi ini, kebanyakan orang hanya merasakan rasa tidak nyaman di bagian dada. Jika kondisi jantung masih baik, keluhannya akan segera hilang karena pompa jantung masih bisa bekerja dengan baik.

"Itu akan baru terlihat setelah melakukan pemeriksaan seperti EKG, ada bekas gambaran serangan. Saat USG jantung, dilihat pompanya, kok ada bagian jantung yang nggak bergerak. Nah itu tanda-tanda orang pernah kena serangan," jelas dr Adrian.

"Serangan jantung itu bisa memicu rasa nyeri karena otot jantung kurang oksigen. Begitu ototnya sudah mati, ya orangnya ngerasa lama-lama sakitnya hilang dan mengabaikan saja," tuturnya.**** Arash


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved