Headlines News :
Home » » Gengster Kuasai Haiti

Gengster Kuasai Haiti

Written By Info Breaking News on Rabu, 13 Maret 2024 | 13.46


Oust, Info Breaking News -
Kerusuhan di Port-au-Prince, Haiti, terus berlanjut. Kekacauan yang diwarnai baku tembak ini terjadi sejak penghujung Februari lalu.

Kelompok bersenjata berupaya menggulingkan Perdana Menteri Haiti, Ariel Henry. Kabar terbaru, Pemerintah Haiti mengumumkan keadaan darurat dan jam malam dalam upaya untuk mendapatkan kembali kendali atas negara tersebut.

Aturan jam malam diberlakukan mulai pukul 18.00 hingga 05.00 di wilayah Ouest, termasuk ibu kota, hingga Rabu mendatang, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Senin (4/3/2024).

Untuk diketahui, berdasarkan pengamatan reporter AFP di lokasi, sekitar 12 orang tewas ketika para anggota geng menyerang Lembaga Pemasyarakatan Nasional di Port-au-Prince. Penyerangan terjadi pada Sabtu malam hingga Minggu kemarin.

Serangan itu terjadi sebagai bagian dari serangkaian kekerasan ekstrem baru oleh geng-geng bersenjata lengkap yang menguasai sebagian besar kota. Geng-geng tersebut ingin menggulingkan PM Ariel Henry.

Jaringan Nasional untuk Pertahanan Hak Asasi Manusia, Pierre Esperance, menuturkan sekitar 100 dari sekitar 3.800 narapidana masih berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan Nasional setelah serangan geng itu.

"Kami menemukan banyak jenazah tahanan," ucap Pierre Esperance.

Pengamatan reporter AFP, mayat-mayat berada di luar penjara, dan hampir tidak ada orang di dalam. Beberapa jenazah mengalami luka akibat peluru atau proyektil lainnya.

"Menerima perintah untuk menggunakan segala cara hukum yang mereka miliki untuk menegakkan jam malam dan menahan mereka yang melanggarnya," kata Pemerintah Haiti, dalam pernyataannya pada Minggu malam.

Terkait masalah ini, Pemerintahan Haiti dikenal lemah dengan penculikan dan kejahatan kekerasan lainnya. Geng-geng yang merusuh di Ibu Kota disebut-sebut memiliki persenjataan yang jauh lebih baik dibandingkan kepolisian.

Sebelumnya dilansir AFP, Jumat (1/4), penyerangan terjadi pada Kamis (29/2) waktu setempat. Tembakan terdengar di seluruh kota ketika aparat mencoba menghentikan penyerang yang menargetkan kantor polisi, akademi kepolisian, dan Bandara Internasional Toussaint-Louverture.

"Hari ini, kami mengumumkan bahwa semua kelompok bersenjata akan bertindak agar Perdana Menteri Ariel Henry mundur," kata pemimpin geng Jimmy Cherisier, yang dikenal dengan julukan Barbecue, dalam sebuah video yang di-posting di media sosial sebelum serangan dimulai.**** Reuter



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved