![]() |
| Dahlan Iskan dalam kunjungannya ke desa Toyomerto, Batu Jawa Timur |
Malang, Infobreakingnews - Menteri BUMN Dahlan
Iskan yang juga mantan direktur utama (dirut) PLN menampik adanya tudingan
adanya kerugian negara pada perusahaan negara yang pernah dipimpinnya tersebut.
Dahlan Iskan siap membeberkan atau menyebutkan siapa saja oknum anggota DPR RI yang meminta "jatah" ke BUMN. Pernyataan ini, ia ucapkan saat berkunjung ke Desa Toyomerto kota Batu, Jawa Timur, Jumat (26/10/2012).
Dahlan menilai temuan
BPK tersebut hanya terkait pada persoalan inefisiensi anggaran. Tak hanya itu,
Dahlan juga menantang akan membeberkan seluruh persoalan tersebut di forum
resmi jika parlemen menghendakinya.
“Temuan audit BPK senilai Rp37 triliun hanya
merupakan bentuk inefiiensi anggaran dan bukan pada hal yang bersifat merugikan
keuangan negara,” jelas dia, Minggu (28/10/2012).
Bahkan, menurut Dahlan iskan, inefisiensi yang
muncul di PLN tak hanya Rp37 triliun, inefisiensi tersebut mencapai hingga Rp60
triliun. Dia juga menampik temuan BPK terkait inefisiensi tersebut merupakan
kesalahan PLN.
Sementara itu terkait permintaan DPR agar Dahlan
membeberkan siapa saja anggota dewan yang dianggapnya menjadi peminta jatah
kepada BUMN, Dahlan berjanji akan membeberkan persoalan tersebut di hadapan DPR
jika parlemen memintanya secara resmi.
Dahlan
Iskan memberi isyarat mau membeberkan siapa saja oknum anggota DPR yang meminta
jatah ke BUMN asal ada undangan resmi dari pihak DPR.
"Forumnya juga dilakukan
secara terbuka," tegas mantan Dirut PLN ini.*** A.W



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !