Headlines News :
Home » » Ajudan Pimpinan KPK mundur, Polri Bantah Intervensi

Ajudan Pimpinan KPK mundur, Polri Bantah Intervensi

Written By Unknown on Jumat, 09 November 2012 | 16.08


Jakarta, Infobreakingnews - Kembali lagi anggota Polri yang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundurkan diri. Iptu Djoyo Mulyo, ajudan Ketua KPK, Abraham Samad mengundurkan diri. Namun Djoyo mengaku mundur dari KPK bukan dikarenakan adanya intervensi atau tekanan dari pihak lain.




Markas Besar Kepolisian Indonesia telah menerima surat tembusan pengunduran diri ajudan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Iptu Joyo Mulyo.

Surat pengunduran diri resmi ditandatangani Joyo pada Rabu, 7 November. Divisi Sumber Daya Manusia Mabes Polri menerima surat tembusan dari KPK keesokan harinya pada Kamis, 8 November. 

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri mengatakan tindak lanjut mengenai pengunduran diri ini selanjutnya akan diserahkan pada mekanisme yang berlaku di lingkungan KPK. Ia menegaskan pengunduran diri anggota polisi yang bertugas di KPK sepenuhnya merupakan hak masing-masing. 


Menurut Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Agus Rianto, kemunduran Iptu Djoyo adalah atas kemauan sendiri."Tidak ada Polri memberikan perintah atau menghalang-halangi teman (bertugas) di KPK. Tidak ada intervensi dari Polri soal pengunduran ini," ujar Agus, Jumat (9/11). 

Agus menjelaskan, Djoyo mengundurkan diri karena yang bersangkutan tidak ingin masa tugasnya diperpanjang di KPK.

"Mekanismenya untuk melepaskan masa tugas itu ada dua, apabila yang bersangkutan tidak ingin diperpanjang atau permintaan dari kesatuan atau lembaga pengguna. Jadi ada dua, dari lembaga atau kemauan yang bersangkutan," katanya.

Joyo menegaskan, pilihan mundur dia ambil setelah beberapa lama mempertimbangkannya. Selama ini dia bertugas seorang diri mengawal Ketua KPK, termasuk mengawal keluar kota. "Pak Abraham harus dikawal ketat. Tidak bisa hanya seorang diri saja, saya sudah mengajukan agar ada teman yang mendampingi. Tapi ya mudah-mudahan pengganti saya bisa lebih baik," jelas Joyo yang memilih kembali ke satuan Gegana Brimob ini.


Dia sudah berbicara dan meminta maaf kepada Abraham atas pilihannya ini. Semata-mata dia ambil karena khawatir tidak mampu lagi bertugas. Menjaga pimpinan KPK adalah tugas mengabdi kepada negara.

Dia tidak menyangkal banyak tantangan dan godaan selaku ajudan Ketua KPK. Mulai dari iming-iming meggiurkan hingga ancaman dari koruptor. "Pilihan mundur memang sulit. Tapi mengabdi bisa di mana saja. Semoga pengganti saya bisa lebih baik," harapnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/11). Priharsa menjelaskan  mengenai alasan pengunduran diri Djoyo itu disebabkan karena yang bersangkutan lebih memilih ingin kembali berkarir di Mabes Polri disamping memang masa tugas Djoyo berakhir pada tahun ini.

Dengan mundurnya Djoyo, praktis saat ini Samad tidak memiliki ajudan atau pengawal yang melindunginya. Dengan berat hati, Samad pun harus merelakan ajudan yang dikenal sangat profesional itu.

Priharsa mengungkapkan  Samad mengaku tidak takut jika suatu saat ancaman menghampiri atasannya itu. Dan, lanjut Priharsa, Samad pun menyerahkan keselamatan dirinya pada yang Maha Kuasa. “Tadi saya sudah sampaikan ke Pak Ketua, beliau menjawab kalau soal keamanan itu beliau akan serahkan ke Allah SWT,” tegas Priharsa.

Priharsa menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengisi kekosongan ajudan Ketua KPK yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 29 yang telah diperbarui dengan PP 36 tahun 2009. “Pimpinan KPK sebagai pejabat negara untuk keamanan diri itu diatur melalui PP No 29 yang diperbarui dengan PP 36 tahun 2009 yang mengatur soal keamanan pimpinan KPK,” katanya.

Dengan demikian, persoalan di atas menjadi persoalan internal KPK yang kesekian kalinya setelah beberapa waktu yang lalu KPK juga ditinggal oleh enam penyidiknya.***O.A





Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved