Headlines News :
Home » » Katy Perry & Rihanna Protes Pemotongan Royalti

Katy Perry & Rihanna Protes Pemotongan Royalti

Written By Unknown on Jumat, 16 November 2012 | 12.28


Los Angeles, Infobreakingnews - Katy Perry, Rihanna, dan Maroon 5 merupakan segelintir nama dari 125 musisi populer dunia yang ikut menandatangani dan mencantumkan nama mereka dalam sebuah surat terbuka menentang "Internet Radio Fairness Act".

Berdasarkan hasil penelitian, tagihan akan dilayangkan kepada sebuah situs Pandora Music yang merupakan sebuah situs streaming. Hal itu dilakukan karena situs tersebut disinyalir akan memotong pembayaran royalti para musisi hingga 85%.

Para artis yang menandatangani sebuah surat yang diberi judul "A Musicians' Perspective On Pandora" yang berisi musisi-musisi seperti Billy Joel, Missy Elliott, Ludacris, dan Pink Floyd mengkritisi Pandora Media Inc yang secara tidak langsung dapat memotong pembayaran royalti mereka saat lagu-lagu para musisi ini diputar di internet secara streaming tadi.

Pandora sebelumnya melobi sebuah kongres di Amerika Serikat yang mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan benar adanya. Mereka membayar royalti sejalan dengan pemutaran lagu tersebut. Selain itu juga ditambahkan bahwa radio yang disiarkan online membayar musisi yang sebanding dengan apa yang dilakukan oleh radio yang disiarkan satelit.

Dua organisasi yakni, MusicFirst Coalition dan Sound Exchange dalam sebuah situs musik mengatakan, yang dilakukan oleh Pandora memang dapat memotong pembayaran royalti tersebut hingga 85%. Namun, dari pihak Pandora menegaskan bahwa hukum media baru sudah berubah sehingga pembayaran royalti akan dibayarkan seiring dengan penyiaran lagu tersebut seperti halnya radio satelit pada umumnya. Demikian dilansir dari Aceshowbiz, Kamis (15/11/2012).

Pandora mendapat untung banyak untuk perusahaannya melalui pemasangan iklan, tetapi pendengar mendapat keuntungan lebih banyak.

"Mengapa perusahaan menanyakan kongres sekali lagi untuk melangkah dan memotong royalti yang ratusan musisi bergantung padanya? Itu tidak adil dan itu bukan cara bagaimana partner bekerjasama," tulis surat terbuka yang rencananya akan di publikasikan pekan ini.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved