Headlines News :
Home » » Mantan Ajudan Kapolda Terlibat Otak Perampokan

Mantan Ajudan Kapolda Terlibat Otak Perampokan

Written By Unknown on Senin, 26 November 2012 | 19.27


Jakarta, Infobreakingnews - AKBP Herry Heryawan, Kasad Resmob Polda Metro Jaya menjelaskan terdapat  dua orang dari komplotan pelaku pencurian di SPBU Karawang, Jawa Barat pada 17 November 2012 merupakan eks petugas kepolisian Polda Metro. 

Mereka adalah WN, mantan ajudan Kapolda Metro Jaya era Sofyan Jacob dengan pangkat terakir Bribda dan DK, mantan Yanma Korlantas yang dipecat tahun 2003 berpangkat Kopral Kepala. WN, lanjut Herry, dipecat sebab terlibat perselisihan dengan seorang sopir. Ia bahkan menembak sopir tersebut. Sedangkan DK dipecat karena terlibat kasus pembunuhan. 

Atas perbuatan kedua mantan petugas ini, mereka akhirnya dijebloskan kedalam penjara. Disinilah titik awal perjumpaan dengan para tersangka lainnya. "Keduanya mungkin kenal dalam sel kemudian saat keluar, saling kontak. Memang rata-rata para tersangka yang jumlahnya delapan orang yakni IN, P, B, SU, Agung, PU, DK, WN dan KOP (yang masih DPO) rata-rata merupakan seorang residivis," ungkap Herry di Mapolda Metro Jaya,Senin (26/11).

Para komplotan yang beraksi di Karawang, papar Herry menargetkan seorang karyawan SPBU yang hendak menyetorkan uang berjumlah Rp.280 Juta rupiah ke Bank. "Memang setiap Sabtu uang selalu diantar ke Karawang dari SPBU. Kemudian baru Senin disetor. Dan memang itu rutin. Jadi saat sabtu sudah dibuntuti oleh pelaku," jelasnya. 

Saat dalam perjalanan menuju Bank di Tol karang tengah,korban kemudian dipepet oleh mobil pelaku kemudian kaca mobilnya dipecah. Korban lalu dilakban dan ditinggalkan di dekat tol karawang timur, sementara uangnya dibawa kabur oleh pelaku. 

Kedua oknum polisi tersebut ditangkap di Karawang Jabar, WN ditangkap 18 November 2012, sementara DK ditangkap 23 November 2012. "Selanjutnya untuk kasus ini kita berkordinasi dengan Polda Jabar. Karena TKP ada di Jabar. Sementara beberapa pelaku komplotan ini sebagian beraksi juga di Jakarta dan sekitarnya," tegas Toni.

Dari tangan para pelaku polisi menyita satu unit mobil APV warna merah bernopol B 1420 KVB yang digunakan sebagai alat kejahatan, dua senjata api rakitan jenis FN dan Revolver, satu sepeda motor, empat kunci letter T, satu bilah samurai, dan empat butir peluru.***Nadya Emilia


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved