Jakarta, Infobreakingnews - Sistem pelat nomor genap
ganjil akan diuji coba sebagai terobosan untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota.
Selain kendaraan roda empat, Gubernur Joko Widodo ingin sistem itu juga berlaku
bagi kendaraan roda dua.
"Iya, tapi
nanti masih dihitung, dikalkulasi," ujar Jokowi di Balai Kota, Kamis
(5/12). Hari ini Jokowi menggelar rapat dengan Wakil Dirlantas Polda Metro Jaya
AKBP Wahyono dan Kepala Dishub DKI Udar Pristono untuk membahas sistem tersebut.
Jokowi ingin agar
sistem itu dapat segera diuji coba. Namun dirinya dengan sejumlah instansi
terkait masih membahas kapan dan lokasi mana saja yang akan diberlakukan sistem
ini.
"Ya tadi kan
sudah kita sampaikan bahwa itu akan kita lakukan, hanya waktunya kapan, ini
yang masih dikalkulasikan, masih dihitung, kemudian areanya mana juga masih
dalam proses pembahasan," katanya.
Langkah seperti ini
menurut Jokowi merupakan terobosan untuk mengendalikan volume kendaraan yang
jumlahnya terus meningkat. Upaya pelebaran jalan sebagai solusi ternyata tak
sepenuhnya dapat mengatasi kemacetan.
"Kendaraan
tiap hari tuh tambahnya enggak sedikit. Yang bermotor 1.400, mobilnya 450,
kalau didiemin ya enggak ada habisnya, sehingga menurut saya itu kebijakan yang
harus diterapkan," tuturnya.
Jokowi mengaku tak
takut jika nantinya sistem ini akan menimbulkan protes dari para pengendara.
Agar tak terlalu mengejutkan, kata Jokowi, nanti akan ada sosialisasi secara
menyeluruh.
"Kalau kita
enggak punya sebuah kebijakan yang radikal, berani seperti itu, ya gak akan
selesai-selesai," tuturnya.
Sistem ini bertujuan agar masyarakat mau beralih ke angkutan massal. Di sisi
lain lanjutnya, infrastruktur angkutan umum diperbaiki sehingga masyarakat
dapat dengan nyaman menggunakannya.
"Disebutkan bahwa kebijakan ini adalah mendorong masyarakat untuk masuk ke angkutan umum,
massal, juga mendorong masyarakat hemat BBM, tidak konsumtif, mendorong juga
untuk cinta Jakarta," tandasnya.
Namun sistem pelat nomor genap - ganjil tidak berlaku bagi mobil pajabat.
***Juanda Foster



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !