Headlines News :
Home » » Perawat Kate Middleton Bunuh Diri akibat "Ditilpon" Penyiar Radio

Perawat Kate Middleton Bunuh Diri akibat "Ditilpon" Penyiar Radio

Written By Unknown on Senin, 10 Desember 2012 | 13.58


London, Infobreakingnews - Seorang perawat di Rumah Sakit King Edward VII yang menerima telepon tipuan dari satu radio Australia tentang kondisi kesehatan istri Pangeran William ditemukan meninggal.
Rumah sakit yang menyebut perawat itu "sebagai suster terbaik"- bernama Jachintha Saldanha. Pangeran William dan istrinya dalam satu pernyataan mengatakan "sangat sedih" atas kematian perawat itu.

Polisi dipanggil pada pukul 09:35 waktu London (16:35 WIB) pada Jumat (07/12) menyusul laporan seorang wanita ditemukan tidak sadar di kediamannya di pusat kota London.
Rincian tentang kondisi medis kehamilan Kate yang bergelar Duchess of Cambridge itu diungkapkan kepada penyiar radio Australia itu. Penyiar radio Sydney 2Day FM berpura-pura sebagai Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles.

Perawat hebat

Wartawan urusan kerajaan BBC Peter Hunt mengatakan ia mengerti bahwa Saldanha adalah orang yang menerima telepon dari penyiar Australia dan dia bukan perawat yang mengungkapkan rincian kondisi medis Kate.
Saldanha menjawab telepon dari radio Australia itu pukul 05:30 pagi waktu setempat dan belum ada resepsionis yang bertugas.
Berdasarkan informasi yang diperoleh BBC, Saldanha tidak diskors oleh pihak rumah sakit.
Rumah sakit King Edward VII mengatakan dalam satu pernyataan, "Kami memastikan bahwa Jachintha baru-baru ini adalah korban telepon tipuan ke rumah sakit."
"Rumah sakit mendukungnya dalam masa sulit ini."
Pihak rumah sakit menambahkan, "Jacintha bekerja di Rumah Sakit King Edward VII selama lebih dari empat tahun."
"Ia adalah perawat hebat dan dihargai serta populer di antara koleganya."

Jacintha Saldanha, 46 tahun, diduga bunuh diri dua hari setelah insiden penipuan yang dilakukan dua DJ dari radio 2Day FM. Kedua penyiar itu berpura-pura sebagai Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles demi mendapatkan informasi tentang kondisi Duchess of Cambridge secara detail. Penyebab pasti kematiannya masih belum jelas. Namun, seorang sumber menunjukkan bahwa wanita itu tampaknya telah bunuh diri.
"Layanan Ambulans London yang datang dan wanita itu dinyatakan meninggal di tempat kejadian, " kata Jubir itu seperti dikutip Dailymail, Sabtu (8/12/2012).


Saldanha sudah bekerja di rumah sakit itu lebih dari empat tahun. Waktu aksi telepon jahil itu, Saldanha memang yang menerima telepon. Kejadiannya pada Rabu, sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Ia juga menyambungkannya ke bangsal tempat Kate dirawat.

2 penyiar Radio 2day FM
Perawat lain kemudian yang menjelaskan kepada dua DJ itu, Mel Greig dan Michael Christian, yang berpura-pura menjadi Ratu dan Pangeran Charles, bagaimana kondisi Duchess.






Saldanha tinggal bersama pasangannya Ben dan anaknya Junal (16) serta putrinya yang berusia 14 tahun di Bristol. Ia tinggal di London ketika bekerja dan pulang ke keluarganya ketika libur.

Insiden kematian perawat handal itu membuat Pangeran William dan Kate merasakan kesedihan yang mendalam. Keluarga kerjaaan ikut berduka cita dengan kematian perawat itu."Kami sekeluarga sangat sedih dengan kehilangan Jacintha," kata juru bicara istana.

"Kami menawarkan dukungan penuh dan tulus kepada perawat yang terlibat dan staf rumah sakit sepanjang waktu," tambahnya.

Sedangkan pemilik stasiun radio tempat dua DJ itu bekerja mengumumkan kedua penyiarnya tidak akan kembali ke acaranya sampai ada pemberitahuan. Manajemen 2Day FM mengaku terkejut dengan kematian Jacintha dan bos radio memastikan pasangan itu tidak akan mengudara kembali.

"Southern Cross Austereo (SCA) dan 2Day FM sangat sedih dengan berita tragis kematian perawat, Jacintha Saldanha, dari King Edward V11 Hospital dan kami memperpanjang simpati kita yang terdalam kepada keluarganya, dan kepada semua yang telah dipengaruhi oleh situasi ini di seluruh dunia," begitu isi pernyataan dari pemilik stasiun.

"SCA dan host telah memutuskan bahwa mereka tidak akan kembali ke acara radio mereka".

King Edward VII Hospoital memang tidak memberikan hukuman untuk Saldanha karena telepon tipuan. Perawat itu terkenal sangat baik, dihormati serta populer di rekan-rekan. Ia sudah menangani ratusan pasien di rumah sakit mewah itu.

Dr Peter Carter, chief executive dan sekretaris jenderal dari Royal College of Nursing, mengatakan, kematian Saldanha adalah berita tragis".

"Ini sangat menyedihkan, kesalahan manusia yang sederhana karena tipuan yang kejam bisa menyebabkan kematian anggota yang berdedikasi dan peduli dengan profesi keperawatan".

Petugas dari Scotland Yard juga sudah meluncurkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian Saldanha.*** Source



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved