Jakarta, Infobreakingnews - Bambang Brodjonegoro sebagai Pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan pemerintah memperhitungkan kemungkinan
pembulatan harga ke atas dalam masa transisi kebijakan redenominasi. "Hal
itu pasti akan diperhitungkan dalam pencetakan satuan baru," kata Bambang
kepada wartawan Infobreakingnews 12/12/2012.
Bambang menegaskan ada masa transisi dalam realisasi kebijakan tersebut.
Menurut dia, akan ada masa di mana mata uang lama dan baru sama-sama beredar di
masyarakat. "Perubahan tidak seketika," ungkapnya.
Kebijakan redenominasi merupakan kebijakan penyederhanaan penyebutan
nominal mata uang. Penyederhanaan akan dilakukan dengan menghilangkan tiga nol
dalam satuan mata uang rupiah. Adapun nilai beli tak berubah. Saat ini,
pemerintah tengah mengupayakan agar Rancangan Undang-Undang Redenomiasi rupiah
masuk RUU prioritas dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
Bank Indonesia berharap tak ada dampak inflasi dalam proses redenominasi, diungkapkan Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI,
Perry Warjiyo.
Sejumlah warga khawatir mengenai
rencana pemerintah menyiapkan rancangan undang-undang redenominasi mata uang.
Warga khawatir redenominasi itu berakibat turunnya nilai mata uang yang mereka
miliki. Meski pemerintah telah menyebutkan, redenominasi itu adalah bentuk
penyederhanaan bilangan mata uang. Bukan pengurangan nilainya.
Redenominasi adalah
menyederhanakan bilangan mata uang tanpa memotong nilai mata uang atau mengubah
besaran nilai tukarnya. Sementara sanering, merupakan pemotongan nilai mata
uang.
“Sanering
pernah dilakukan pemerintah untuk mengatasi kondisi hiper-inflasi pada era
1960. Nilai uang dari Rp 500 dipotong jadi Rp 50, dan uang Rp 1.000 dipotong
jadi Rp 100, sehingga masyarakat kehilangan daya beli. Hal itu dilakukan untuk
mengurangi jumlah uang yang beredar sebagai salah satu cara mengatasi
hiper-inflasi.
Indonesia akan segera
menerapkan redenominasi rupiah dengan menghilangkan 3 angka nol di mata
uangnya. Sejumlah negara terhitung pernah sukses melakukan redenominasi mata
uangnya, baik dengan menghilangkan angka nol, maupun menambahkannya.
Salah satu negara yang sukses melakukan
redenominasi mata uangnya adalah Turki. Turki tercatat pernah sukses melakukan
redenominasi dengan menghilangkan 6 angka nol pada mata uangnya. Jadi
redenominasi yang dilakukan Turki adalah mengubah 1.000.000 lira menjadi 1 lira
pada tahun 2005.
Namun redenominasi yang dilakukan Turki ini
berbeda dengan yang akan dilakukan Indonesia. Seperti dikutip dari situs bank
sentral Turki, kebijakan redenominasi ini dilakukan untuk menekan laju inflasi
Turki yang sangat tinggi sejak tahun 1970-an. Inflasi yang tinggi ini
menyebabkan nilai ekonomi di negara belahan Eropa tersebut mencapai hitungan
triliun, bahkan kuadriliun.
Indonesia memang pernah mengalami hiperinflasi,
namun tidak pernah melakukan redenominasi. Yang terjadi hanyalah nilai rupiah
yang merosot tajam. Menurut studi dari Departemen Ilmu Politik Universitas
North Carolina, Indonesia pernah hiperinflasi tinggi yakni pada tahun 1962
(131%), 1963 (146%), 1964 (109%), 1965 (307%), 1966 (1136%), 1967 (106%), dan
1968 (129%).
Banyak negara yang mengalami hiperinflasi dan
akhirnya melakukan redenominasi. Nah, untuk redenominasi yang akan dilakukan
Indonesia nanti tidak dikarenakan hiperinflasi, namun semata-mata untuk
menyederhanakan saja.
Berikut daftar beberapa negara yang sukses
melakukan redenominasi mata uangnya, baik dengan menambah ataupun mengurangi
angka nol dalam pecahan uangnya :
- Islandia, Islandia menghilangkan 2 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1981.
- Rusia, menghilangkan 3 angka nol dalam 3 kali operasi pada tahun 1947, 1961 dan 1998.
- Meksiko menghilangkan 3 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1993.
- Polandia menghilangkan 4 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1995.
- Ukraina menghilangkan 5 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1996.
- Peru menghilangkan 6 angka nol melalui 2 kali operasi pada thaun 1985 dan 1991.
- Bolivia menghilangkan 9 angka nol melalui 2 kali operasi tahun 1963 dan 1987.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !