Jepang, Infobreakingnews - Tsunami setinggi satu
meter akhirnya menerpa pesisir timur laut. Sebelumnya badan meteorologi Jepang
memperingatkan tsunami itu akan menghantam setelah Jepang diguncang berkekuatan
7,3 skala richter (SR).
Gempa 7,3 SR melanda Jepang di sekirar 245 kilometer sebelah
tenggara Kaimashi. Sementara kedalaman gempa mencapai 36 kilometer. Guncang
gempa dikabarkan terasa hingga Tokyo. Demikian diberitakan Yomiuri Shimbun, Jumat (7/12/2012).
Tetapi
kuatnya guncangan gempa membuat warga di Prefektur Miyagi panik. Mereka
teringat kembali dengan gempa dahsyat berkekuatan 9,0 SR yang melanda pada 11
Maret 2011 lalu.
Saat itu, gempa menyebabkan sekira 18.600 jiwa warga Jepang tewas atau hilang.
Gempa juga menimbulkan krisis nuklir, karena kebocoran pembangkit listrik
tenaga nuklir Fukushima Daiichi usai diterjang tsunami yang mencapai 10 meter.
Untuk gempa terbaru, dilaporkan tidak ada gangguan yang terjadi dari pembangkit
Fukushima Daiichi. Sejak krisis yang terjadi Maret 2011 lalu, pembangkit nuklir
itu tidak diaktifkan lagi oleh Pemerintah Jepang.
Sampai kini tercatat 13 orang
terluka saat gempa bumi bermagnitud 7,3 mengguncang pantai timur Jepang,
kemarin. CatatanKyodo pada Sabtu (8/12/2012) menunjukkan
satu orang dilaporkan masih hilang.
Pada pagi ini, dua orang tua ditemukan terluka di Prefektorat
Miyagi dan Aomori. Gempa Jepang kali ini memicu tsunami setinggi semeter di
sepanjang pantai Jepang di Samudera Pasifik.
Pihak regu penolong Jepang di Iwate masih terus mencari seorang
korban yang dilaporkan hilang pascaecakuasi di sebuah perahu. Pencarian
dipusatkan di Pelabuhan Kuji.
Regulator sistem nuklir di Jepang mengatakan juga tak menemukan
kondisi abnormal pada pembangkit listrik nuklir di kawasan itu. Deteksi
dilakukan juga di pembangkit Fukushima Daiichi dan Fukushima Daini.
Pihak penolong juga mengevakuasi 20.000 orang. Sementara,
perjalanan kereta api dan pelayanan bandar udara dihentikan sementara. *** Source



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !