Jakarta, Infobreakingnews - Jakarta dikepung banjir, hingga istanapun tak luput dari banjir. Istana Kepresidenan yang terletak di kawasan Jl Medan Merdeka, Jakarta telah terendam banjir.Ketinggian air di lingkungan Istana Negara hampir mencapai lutut orang
dewasa.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunda sejumlah acara penting
di Istana Negara akibat banjir. Salah satunya pertemuan penting dengan Presiden Argentina Cristina Fernandez
De Kirchner.
Masuknya air ke
lingkungan Istana Negara karena terus naiknya pintu air Manggarai. Ketinggiant
erakhir melampaui 1000 cm.
Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) memang telah melaporkan potensi banjir di Istana
Negara. Melalui BNPB, Presiden juga telah menyatakan siap menghadapi banjir.
Diketahui air
di Manggarai 1.021 cm, " kata
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (17/1/2013).
Sutopo menuturkan,
tinggi muka air Sungai Ciliwung terus naik. Pada pukul 09.00 WIB di Manggarai
terukur 1.020 cm. Jauh di atas batas Siaga I yaitu 950 cm.
Kepala BNPB, Syamsul
Maarif, telah melaporkan perkembangan terkini kepada Presiden RI pada pukul
09.10 WIB mengenai ancaman banjir dan upaya penanggulangannya. Dengan tinggi
muka air 1.020 cm maka kemungkinan debit sungai Ciliwung sebagian dialihkan ke
Sungai Ciliwung lama.
"Jika tidak
maka dikhawatirkan tanggul Kanal Banjir Barat dapat jebol dan banjir makin
meluas. Presiden menyampaikan, tidak masalah Istana terendam banjir. Yang
penting masyarakat terlindungi. Lakukan upaya penanggulangan banjir dengan
mengerahkan seluruh potensi nasional yang ada. Tetap semua mendukung Pemda DKI
dan memberikan pendampingan. Untuk nasional semua di bawah kendali Kepala BNPB.
Pantau terus perkembangan dan laporkan ke Presiden upaya penanggulangannya,"
kata Sutopo.*** Emil FS



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !