JAKARTA –Infobreakingnews - Pengamat
hukum dari Universitas Padjajaran Yesmil Anwar, menyayangkan adanya perdamaian
antara keluarga korban dengan pihak keluarga Hatta Rajasa.
"Kita enggak tahu dana yang mengalir berapa
ke keluarga korban. Memberikan konpensasi biaya pendidikan untuk anak korban
dan sebagainya, itu sebenarnya baik. Cuma aneh kalau sampai karena uang dan
kekuasaan hukum tidak diproses," ujar Yesmil kepada Infobreakingnews Rabu (2/1/2012).
Sambung Yesmil, perdamaian tersebut bisa saja
menggangu proses hukum. Yesmil mengakui dengan adanya perdamaian tersebut,
membuat masyarakat miris.
"Artinya hukum di Indonesia dapat
dibeli, tapi walaupun langit runtuh proses hukum harus tetap berjalan. Karena
ini memang kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan nyawa hilang," tuturnya.
Perdamaian, lanjutnya, juga bisa meringankan
hukuman kepada penabrak, Rasyid Amrullah. Dalam persidangan nantinya, hakim
akan melihat bahwa ada perdamaian diantara kedua keluarga. "Sangat bisa
meringankan, nanti hakim yang melihat," kata Yesmil.
Yesmil yakin kasus yang menimpa putra Hatta Rajasa
ini bisa terus dipantau dan dikawal proses hukumnya oleh masyarakat dan media.
Sehingga, jika ke depanya ada hal-hal yang dirasa aneh, bisa ditindaklanjuti.
Selain itu, lanjut Yesmil, kasus ini juga bisa menjadi pelajaran bagi
masyarakat bahwa tak bisa sembarangan mengendarai kendaraan. Pasalnya, jika
mengakibatkan kematian akan diberi hukuman dan dijerat dengan UU Lalu Lintas.
Kendati penabrak Daihatsu Luxio, Muhammad Rasyid
Amrullah merupakan anak pejabat tinggi, perlakuan hukumnya harus sama dimata
publik. "Tidak boleh beda antara Afriyani dengan dia," katanya.Sebagaimana dengan kasus
terdahulu yang juga sama terjadi dan mencuat kepermukaan seeperti kasus
penabrak Zenia maut Afriyani, atau artis
sexy Novy atau sang ibu gury di Medan yang menabrak mati muridnya,dan banyak
kasus penabrak maut lainnya yang kesemuanya langsung diproses hukum dan di
tahan karena pasal pidanamakibat kelalaian yangh mengakibatkan nyawa orang lain
melayang,jangan mentang- mentang anak seorang Hatta Rajasa yang kini masih
menjabat Menteri Negara,lalu ada diskriminasi,itu namanya norak dan konyol dan
tidak memberi contoh patuh pada hukum” Pungkasnya dengan lantang .*** Neni
RS.Hidayat.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !