Peneliti utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Fadli Syamsudin mengatakan banjir yang terjadi 17 Januari 2013 lalu curah hujannya tergolong kecil dibanding curah hujan saat banjir besar tahun 2007.
Menurut catatan BPPT, curah hujan 17 Januari 2013 mencapai 120 mm perdua jam. Sedangkan saat banjir besar yang melanda Jakarta tahun 2007 curah hujan mencapai 300 mm hanya dalam beberapa jam saja.
"Kita perlu waspada karena curah hujan dari tahun ke tahun bertambah. Laut dan atmosfer pun memegang peranan penting untuk iklim kita," katanya di Jakarta, Jumat (08/02/2013).
Fadli menilai perkiraan potensi banjir di Jakarta yang diperoleh dengan sejumlah acuan pengamatan akan membuat BPPT lebih siaga. Tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pun akan bekerja optimal.
Fadli yang juga anggota Tim Pengurangan Risiko Bencana BPPT mengungkapkan dari grafik pola harian hujan, terlihat kondisi yang semakin bergeser, artinya semakin sore, tinggi potensi curah hujan. Bahkan potensi itu bisa muncul tengah malam.
Melihat potensi tersebut sejak 26 Januari 2013 BPPT sudah melakukan TMC yang bertujuan meredistribusi hujan. TMC yang digunakan untuk mengurangi banjir adalah strategi yang digunakan agar hujan yang turun tidak terlalu banyak di daerah yang akan menimbulkan banjir.
Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan UPT Hujan Buatan BPPT Tri Handoko Seto menjelaskan dalam TMC tim TMC melakukan penyemaian awan di daerah selatan Jabodetabek. Tujuannya awan diberi perlakuan sehingga jatuh sebelum di Jabodetabek.
"MJO atau gangguan gelombang atmosfer dengan periode 1-3 bulan bergerak ke timur membawa awan konveksi, uap panas laten, dan ketika masuk ke wilayah kita yang bergunung-gunung, curah hujan akan tinggi," jelasnya.
Dengan TMC, hujan deras disertai genangan (6/2) lalu, meski pun deras, tim TMC mengklaim tidak sederas ketika awan-awan di luar Jabodetabek tidak diperlakukan TMC. Hingga, (7/2) penyemaian garam dapur (NaCl) yang berukuran 10-30 mikron sudah menggunakan 93,6 ton. Sebanyak 28 sorti penerbangan dilakukan dengan Hercules dan Cassa.
Guna menghadapi potensi yang dipantau BPPT mengenai kejadian banjir besar, Seto mengatakan tim TMC akan menerima tambahan satu pesawat Cassa, sehingga total ada tiga armada pesawat, yakni satu Hercules dan dua Cassa.
Terkait kekhawatiran ketidakmampuan pesawat menembus awan cumolonimbus, Seto menilai pembentukan awan melalui proses. Karena itu, sebelum awan menjadi comolonimbus dan masih dalam fase cumulus sudah dihujankan terlebih dahulu.*** Source



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !