Headlines News :
Home » » Polisi Temukan Tongkat Berlumuran Darah, Dalam Kasus Pembunuhan Model Afsel

Polisi Temukan Tongkat Berlumuran Darah, Dalam Kasus Pembunuhan Model Afsel

Written By Unknown on Senin, 18 Februari 2013 | 15.01


Pretoria,  Infobreakingnews  - Penyelidikan kepolisian atas kematian model cantik Afrika Selatan (Afsel), Reeva Steenkamp terus berlangsung. Kepolisian Afsel telah menemukan sebuah tongkat pemukul kriket berlumuran darah di rumah kekasihnya, Oscar Pistorius yang dituduh membunuh wanita berumur 29 tahun itu.


Menurut sumber-sumber kepolisian pada surat kabar lokal, City Press, tengkorak Steenkamp telah "hancur".

"Ada banyak darah di tongkat pemukul itu," kata sumber kepolisian kepada media independen itu seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (18/2/2013).

Para penyidik kepolisian telah membantah laporan awal yang menyebutkan Pistorius salah mengira Steenkamp sebagai penjahat yang menyusup ke rumahnya. 


"Kecurigaannya adalah tembakan pertama di kamar tidur, mengenai dia di paha. Dia kemudian berlari dan bersembunyi di toilet... Dia pun menembakkan tiga tembakan lagi," kata sumber kepolisian. Menurutnya, saat kejadian, korban mengenakan gaun tidur.

Pihak keluarga Pistorius membantah keras dakwaan pembunuhan atas atlet terkenal berumur 26 tahun itu. Ayah Pistorius, Henke menegaskan, keluarga sepenuhnya mendukung jutawan muda itu dan akan melakukan apapun yang diperlukan untuk membersihkan namanya.

Menurut keluarga Pistorius, atlet berkaki palsu itu tak punya alasan untuk membunuh Steenkamp yang dipacarinya sejak empat bulan terakhir. Pasangan itu selama ini terlihat sangat dekat dan bahagia.

Dalam persidangan yang digelar Jumat, 15 Februari waktu setempat, terungkap bahwa korban ditembak empat kali di rumah mewah Pistorius di Pretoria, Afsel. Wanita itu diduga ditembak lewat pintu kamar mandi karena ditemukan lubang-lubang bekas peluru di pintu tersebut.

Pistorius yang cacat fisik itu terkenal setelah berhasil menjadi bintang Paralimpiade. Dia lahir tanpa fibula atau tulang betis dan harus diamputasi kedua kakinya saat berumur 1 tahun. Namun dengan kekurangan fisiknya itu, Pistorius berhasil mencapai semi final lari 400 meter pada Olimpiade London 2102. Pistorius bertanding dengan kaki palsu yang terbuat dari prostetik serat karbon sehingga dia pun kerap dijuluki "Blade Runner".

Pria muda itu pun menjadi atlet tanpa kaki pertama yang ikut dalam Olimpiade. Sementara di Paralimpiade, dia bertahun-tahun mendominasi kategori lari cepat setelah meraih medali pada Paralimpiade Athena tahun 2000. *** Source
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved