![]() |
| Sepulang dari Bulan Madu Di Malaysia,Darin agak ngengkang |
Dari sumber keluarga terdekat Darin, diketahui bahwa pernikahannya dengan LHI itu termasuk andil terbesar dari kedua orangtuanya yang mendorong anak gadis semata wayang berparas cantik dan bertubuh montok itu agar mau secepatnya menikah dengan terdakwa. Bahkan lebih jauh sumber itu menyebutkan bahwa tidak dapat disangkal motiv pernikahan dini dengan lelaki tuwir seperti LHI adalah karena faktor matrelistis, dimana penghidupan keluarga Darin cukup sederhana dirumah kecil dalam gang sempit kawasan Jatinegara, Jakarta Timur itu.
Sementara terdakwa LHI yang sama royalnya dengan sang flamboyan Fathanah, langsung drastis menjinakan Darin dengan memanjakan secara komsumtip, beli mobil, ngontrak rumah mewah dan mengisi meubel secara mahal.
Rupanya sang playboy cap kambing berjanggut LHI cukup lihay mempelajari karakter Fushtun di jajirah Arab ketika bersama Fathanah disana study hampir selama 6 tahun. Sebutan Fushtun adalah kepada kaum perempuan muda didaerah tertentu Pakistan, berusia muda belia, berani melangkah, dan nekat untuk tidak mengindahkan panggilan KPK sekalipun. Inilah yang ada pada melekat pada Darin, sehingga pihak KPK belum mampu mengetahui keberadaannya.
Berbulan madu dinegeri jiran dengan lelaki yang sudah sama tuanya dengan Ziad , ayahnya, apalagi LHI sudah memiliki 12 orang anak dari isteri pertamanya, dan 3 orang anak dari isteri kedua, maka sudah bisa dibayangkan bagaimana dasyatnya hati sang koruptor itu saat memperisteri gadis belia yang bahenol seperti Darin Mumtazah.
"Terdakwa menerima hibah berupa pembayaran tiket perjalanan ke luar negeri dari Ahmad Fathanah pada bulan Desember 2012," kata jaksa penuntut umum Guntur Ferry Fahtar, di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2013).
JPU Guntur Ferry Fahtar dalam dakwaan nya mengungkap Ahmad Fathanah membeli tiket Malaysia Airlines tujuan Jakarta-Kuala Lumpur-Jakarta seharga USD 3.819. Dalam tiket dengan tanggal keberangkatan 25 dan 27 Desember 2012 itu dipesan atas nama Luthfi Hasan Ishaq, Ahmad Fathanah, Darin Mumtazah, Mufidah Salim Attamimi, dan Ziad Hisyam Baladja.
"Iya memang ke Malaysia tapi tak hanya berdua. Saya juga ikut, jadi kita berangkat tanggal 25 sampai 27 Desember," kata Ziad usai menyaksikan persidangan Luthfi.
Pada Jumat (31/5/2013) keduanya terbang dengan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH 712, dan pulang bersama lagi dengan pesawat Malaysia Airlines MH 723 pada 27 Desember 2012. Bahkan sumber terdekat itu melihat saat ikut menjemput Darin di airport Cengkareng , langkah Darin terlihat goyah dan berwajah pucat sehabis bulan madu itu.Dan peristiwa seringnya selama 2 hari 2 malam LHI menginap dirumah kontrakan mewah itu lah, membuat terdakwa sering minta dipanggilkan tukang pijat karena kelelahan, dan saat sedang dipijati itulah terdengar jelas oleh mak Upi, tukang pijat tetangga mereka, panggilan mama dan papa antara Darin dengan terdakwa Luthfi. Allaaaammaaakkk !!!
***Mil

.jpg)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !