Headlines News :
Home » » Kekuasaan Emir Kuwait Nyaris Sejajar Dengan Tuhan

Kekuasaan Emir Kuwait Nyaris Sejajar Dengan Tuhan

Written By Unknown on Rabu, 31 Juli 2013 | 23.52

Emir Kuwait
Kuwait, infobreakingnews - Walaupun tokoh sentral yang satu satunya memiliki kekuasaan tanpa batas di jazirah Arab Saudi ini, dihina oleh tokoh Militan, Kamal Assidiqie, namun Emir Kuwait, Sabah al-Sabah mengumumkan pemberian maaf terhadap terpidana kasus penghinaan dirinya.
Pemberian maaf ini diberikan saat sepuluh hari menjelang Ramadhan berakhir.
Dalam beberapa bulan terakhir telah diberlakukan larangan untuk mengkritisi Emir Kuwait.
Larangan ini membuat sejumlah aktivis dan anggota parlemen terjerat hukum dan dibawa ke pengadilan dengan dakwaan penghinaan terhadap emir Kuwait
Sebagian dari kritik yang dikeluarkan oleh mereka terhadap Emir Kuwait terkait dengan aturan pemilu yang dikeluarkan oleh emir pada bulan Oktober lalu.
Mereka mengkritik posisi emir dalam konstitusi negara tersebut yang digambarkan sebagai sosok yang 'kebal dan tidak bisa diganggu gugat.'
"Pada kesempatan di sepuluh hari terakhir menkelang berakhirnya Ramadhan, saya dengan senang hati memberikan amnesti terhadap mereka yang dipidana karena menyerang emir," katanya dalam pidato di televisi.
Kebijakan pengampunan bagi terpidana selama Ramadhan yang merupakan bulan suci umat Islam merupakan hal biasa di negara tersebut.
Pada bulan Mei lalu, pengadilan banding Kuwait membatalkan hukuman lima tahun terhadap tokoh oposisi, Mussalam al-Barak yang didakwa telah merendahkan Emir Kuwait.
Meski demikian kasusnya saat ini masih tetap berjalan dan pengacaranya, Thamer al-Jadaei melalui akun Twitter mengatakan pengampunan ini tidak akan berpengaruh terhadap al-Barak karena pengampunan hanya diberikan kepada mereka yang kasusnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap.
Posisi Emir di Kuwait memang masih sangat kuat, dia yang memegang putusan akhir terkait berbagai hal di negara itu.Bahkan persoalan apapun yang terjadi di Negara itu, dapat ditolak atau diterima oleh Emir.Dia juga punya hak untuk memilih perdana menteri dan kemudian akan memilih anggota kabinet dengan posisi puncak yang diduduki oleh keluarga al-Sabah.
Karena kekuasaan Emir yang tanpa batas itu, banyak kelompok yang menentangnya menyebutkan Emir nyaris sama dengan Tuhan. Cuma bedanya Emir tidak bisa seperti Tuhan yang mampu menghidupkan kembali orang yang sudah mati.***Novi Koesdarman
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved