Jakarta, infobreakingnews - Untuk pertama kalinya Jokowi melakukan acara Lebaran bersama warga Jakarta yang dipimpinnya. Walau sudah menjabat sebagai Gubernur kota Metropolitan, Jokowi nggak lantas somse dan lupa daratan kayak kebanyakan pejabat lainnya. Momentun Lebaran ini justru dilakukannya untuk bermaaf-maaf an dengan warga Jakarta, dengan cara mendatangi mereka .
Rencana nya barulah Jokowi akan mudik ke Solo untuk sungkeman dengan orangtua dan kerabat leluhurnya pada tanggal 10 Agustus, alias H+2.Hal seperti ini sangat dimaklumi oleh isteri dan keluarga Jokowi, karena sejak awal, keluarga sudah sangat hafal akan tekad Jokowi yang sejak dulu lebih mementingkan masyarakat luas.
"Ke Solo hari ketiga, tetap sungkem ke orang tua,biar di sini semua beres dulu lah, biar enak berangkat ke Solo nya " kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Kamis (8/8/2013). Jadwal seperti ini nyaris tidak pernah ada dijaman Gubernur Jakarta masa lalu. Begitu juga soal memikirkan minta maaf kepada warga yang dipimpinnya.
Dari Balai Kota Jokowi rencananya akan mengunjungi 5 kampung di antaranya, Tanah Tinggi, Jakpus, Jagakarsa, Jaksel dan Daan Mogot, Jakbar.
"Karena apapun pemimpin banyak salahnya, bisa dalam kebijakan. Karena tadi yang banyak salah pemimpinnya, jadi yang ke kampung ya pemimpinnya, agar pada hari mendatang kita bisa lebih banyak meraih keberhasilan bersama rakyat. " ungkap mantan Walikota Solo yang sukses membangun kota asalnya.
Apa yang diucapkan Jokowi, serasa sejuk dan membuat hati publik ikut bangga akan pemimpinnya yang sangat arif dan semakin merendahkan diri, karena sadar memangku jabatan itu hanyalah bersifat amanah dan sementara. Berbeda dengan Gubernur sebelumnya yang jarang mengeluarkan ucapan yang menyejukkan hati rakyatnya. Karena secara umum profil Gubernur dan pejabat lainnya cuma menunjukkan kekuasaan dan pengawalan sirene saja. Makanya tidak heran jika sudah pensiun, tidak terdengar lagi dibicarakan atau dikenang oleh masyarakat.
Wajar Jokowi menjadi harapan banyak rakyat untuk menjadi Presiden dimasa mendatang, karena jika seperti ini profil Presiden Republik ini, maka semangat rakyat untuk bersama membangun dan menata kembali yang sudah porak-poranda, akan lebih menyatu, lebih mudah mengatasi masalah yang selama ini tidak bisa diatasi.***Candra Wibawanti.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !