Headlines News :
Home » » Pengungsi Sinabung Semakin Kritis

Pengungsi Sinabung Semakin Kritis

Written By Unknown on Rabu, 22 Januari 2014 | 09.43

Karo, infobreakingnews  - Dua Bulan lebih sudah bencana Gunung Sinabung terjadi dan saat ini jumlah pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), bertambah hampir mencapai 29.000 jiwa. Para pengungsi kini ditampung di 42 lokasi pengungsian.
"Jumlah ini meningkat karena aktivitas gunung merapi ini. Abu vulkanik juga menjadi salah satu faktornya," ujar Koordinator Media Center Posko Tanggap Darurat Erupsi Gunung Api Sinabung di Kabanjahe, Jhonson Tarigan, Rabu (22/1).
Jhonson mengatakan, warga yang mengungsi berasal dari 42 desa di Kabupaten Tanah Karo. Masyarakat mengungsi karena aktivitas gunung yang mulai berdampak di desa tempat tinggalnya tersebut.
"Pemerintah tetap membantu masyarakat, termasuk menyediakan sarana angkutan jika memang dibutuhkan untuk proses evakuasi. Kondisi gunung masih aktif, dan sulit diprediksi," jelasnya.
Dia menyampaikan, ada puluhan desa yang terimbas dampak abu vulkanik hasil erupsi Gunung Sinabung. Jumlah pengungsi pun mencapai 27.000 jiwa. Beberapa di antara desa yang terimbas letusan gunung itu yakni Desa Sukameriah, Desa Guru Kinayan dan Desa Selandi Lama.
Selain itu, Desa Kuta Rakyat dan Desa Sigaranggarang di Kecamatan Payung, Desa Berastepu, Desa Sibintun, Desa Gamber dan Desa Kuta Tengah, Desa Kuta Mbelin.
Pengungsi juga tidak sedikit dari Desa Kebayaken, Desa Kuta Tonggal dan Desa Sukanalu di Kecamatan Simpang Empat. Lokasi desa itu berada sekitar 5 kilometer dari Gunung Sinabung.
Seluruh pengungsi itu ditampung di 40 titik pengungsian. Jumlah pengungsi itu akan bertambah jika aktivitas gunung semakin tinggi. Terhitung sejak November 2013 sampai dengan pertengahan Januari 2014, jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 16 orang. Pengungsi meninggal dunia karena sakit.
Hari ini Presiden SBY akan melihat langsung kondisi para pengungsi yang nyaris sudah berputus asa akibat lahan pertanian dan rumah tinggal mereka habis musnah dilahap debu panas yang rata-rata setiap hari meletus sebanyak 20 an kali.***GL.Simatupang.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved