HIDUP DIANTARA KEDAMAIAN.
Sebuah slogan,
Damai itu Indah.
Ya, aku juga bertanya,
adakah kedamaian di negriku?
atau hanya suatu kata yang semu.
Ada, kata Ardi berteriak.
Tapi mengapa segala kebebasan
masih aku rasakan.
Mau beribadah aku tak bisa,
teriak Andriyana tak kalah keras,
dipinggir jalan.
Siapa yang mau disalahkan?
Kedamaian adalah rasa tenang,
nyaman dan suka di hati.
Untuk apa dirisaukan?
Tuhanku, sama dengan Tuhanmu.
Allahku, sama dengan Allahmu.
Walau cara beribadah kita berbeda, tak mungkin kita mau mendurhaka.
Kedamaian harus diniatkan,
jangan hanya life sevice yang dikatakan, tapi membedakan.
Aku saudaramu dan kamu saudaraku.
Kita satu Bangsa,
kita satu Bahasa,
Keluarga besar Indonesia.
Siapakah yang ingin menciptakan kedamaian di Negriku,
atau kedamaian itu memang tidak perlu?
Akh, janganlah jadi penghianat,
atau menyangkal niat bangsa Indonesia yang ber Pancasila.
Jadilah pemersatu,
karna kedamaian itu,
boleh untukmu dan juga untukku.
Di hari Natal yang indah,
Ciptakanlah tujuan kedamaian untukmu yang merayakan,
karena kedamaian itu adalah milik kita bersama,
Siapakah yang ingin saling menghormati?
Siapakah yang ingin saling menghargai, karena kita sama-sama ciptaanNya.
Tanpa kedamaian, semua orang bisa menggerutu, adakah kedamaian di Negriku!?
Karya: WS Ibrahim.
Puisi ke 31 utk Breaking News.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !