"UNTUK APA KESOMBONGAN"
Waktu itu,
aku tertawa,
karena terpilih sebagai pemimpin.
Ya, menjadi pemimpin terpilih,
karena aku memang pintar.
Itulah kataku,
Semua harus turut printahkku,
Turut kataku, bisa menyenangkan,
tidak mau ikut aku, singkirkan.
Aduh, egoisnya kamu.
Sombong! bisik si Polan dalam hati.
Waktu terus berjalan,
Hasil kerja sang pemimpin baru mulai diamati banyak orang.
Akh, senangnya menjadi pemimpin
Karena semua orang,
bertekuk lutut padaku.
Jika aku salah, akh peduli itu,
aku kan pemimpin.
Semua orang kan bisa salah,
nanti diperbaiki, itu bela diriku.
Apakah itu bisa merusak atau merugikan?
Ya, ga apa apa, bela diriku.
Semua kan harus dicoba bersama kawan-kawanku.
Hah, keputusan kok di coba coba,
itu kan KKN yang merugikan.
kata si Mirna sambil mencibirkan bibirnya.
Semua sudah berlalu.
Banyak kegagalan karena ulah pemimpin yang sombong itu.
Disana sini orang mengeluh,
Banyak masalah dari keputusan yang salah.
Ya, itu karena ulah pemimpin
sombong yang suka coba coba,
egois dan semua harus kata si dia,
pemimpin yang mengaku pintar hanya katanya.
Banyak kegagalan,
yang menimbulkan kerugian,
karena kata baik,
hanya dari si pemimpin yang sombong,
tapi buruk seperti kata banyak orang.
Ya, itulah kehidupan.
Ketika dari yang biasa,
dia bersahaja.
Ketika menjadi pemimpin,
sombong, angkuh dan luar biasa, karena semua hanya katanya.
Ya, banyak pemimpin yang tidak amanah, karena menggunakan kesempatan jadi pemimpin untuk membangun KEKUASAAN dan terus BERKUASA sampai selamanya.
Seolah hidup tak ada kematian.
Ya, untuk apa sombong dan sok berkuasa.
Karena apapun alasannya,
sudah banyak kata yang jadi masalah.
Semua orang pasti akan tertawa,
melihat ulah sipemimpin sombong yang kini bermasalah,
Karya: WS Ibrahim.
Puisi ke 38 utk Breaking News.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !