Jakarta, infobreakingnews - Rupiah sempat jatuh ke level Rp 12.218 per dolar di
sore hari menjelang waktu penutupan. Nilai tukar rupiah anjlok tajam 121
poin ke level Rp 12.169 per dolar pada penutupan perdagangan hari ini, Senin,
29 September 2014.
Seperti dilansir Bloomberg
Dollar Index, Senin (29/9/2014), Rupiah pada
perdagangan non-delivery forward (NDF) anjlok Rp121 poin atau 1 persen di Rp12.169 per
USD dibandingkan penutupan sebelumnya Rp12.048 per USD.
Rupiah dibuka di level
Rp12.090 per USD, Rupiah menyentuh level terendahnya di Rp12.218 per USD
mendekati penutupan hari ini. Sedangkan di level terkuatnya berada di Rp12.033
per USD.
Sementara itu, yahoofinance
mencatat, Rupiah melemah hingga 150 poin di Rp12.175 per USD. Dengan pergerakan
di kisaran Rp12.025-Rp12.175 per USD. BI mencatat Rupiah Melemah di level
Rp12.120 per USD dibandingkan periode sebelumnya di Rp12.007 per USD.
Berbagai faktor ikut menyulut
anjloknya kurs, antara lain, membaiknya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat
(AS) kuartal II yang berhasil tumbuh sebesar 4,6 persen.
Daru Wibisono, Analis valuta asing PT. Monex Investindo Futures mengatakan prospek pertumbuhan ekonomi AS
yang semakin menarik membuat sebagian investor optimistis mengakumulasikan
portofolio investasi bernilai dolar. Pasalnya, bagi investor, indeks dolar yang
terus menguat tajam membangun ekspektasi potensi profit yang signifikan.
“Prospek perekonomian AS yang kian meningkat membuat produk-produk investasi
berbasis US dolar semakin diburu,” kata dia.
Menurut Daru pelemahan rupiah juga dipengaruhi sentimen politik di dalam negeri.
Investor yang kian cemas dengan stabilitas politik dan pemerintahan dalam
negeri pasca-pengesahan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD,
untuk sementara waktu enggan mengoleksi aset-aset berdenominasi rupiah.
“Polemik UU Pilkada merusak psikologis pasar,” tegasnya
Usai sentimen
negatif penaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed) beberapa pekan lalu,
rupiah semestinya membutuhkan kehadiran dukungan sentimen positif untuk mampu
bergerak menguat. Polemik UU Pilkada, mengakibatkan laju rupiah
justru semakin anjlok.*** Steffy Prastuty



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !