Headlines News :
Home » » Akibat Hutang Lurah Bunuh Diri Usai Bunuh Istri Dan Anaknya

Akibat Hutang Lurah Bunuh Diri Usai Bunuh Istri Dan Anaknya

Written By Infobreakingnews on Selasa, 21 Oktober 2014 | 14.38

Sukoharja, infobreakingnews -  Warga  Puhgogor‎, Bendosari, Sukoharjo Jawa - Tengah gempar setelah  menemukan lurah desanya tewas gantung diri di pintu masuk ruang keluarga rumahnya, Selasa (21/10/2014).Sementara di  dekatnya, ditemukan pula mayat istri dan anaknya dengan luka di kepala.
Diduga kematian keluarga ini  karena motif ekonomi atau terlilit utang.  Kepala desa tersebut melakukan bunuh diri dengan menggantung diri setelah menghabisi nyawa istri, Titik Suryani anaknya, Putera Dwi Pangestu (10). 
Sekitar pukul 06.00, nenek korban curiga karena cucunya, anak sang lurah, belum mencari sarapan. Sang nenek pun berinisiatif untuk masuk ke rumah korban dan sudah menemukan tiga jenazah di ruang keluarga.
“Ada luka benturan benda tumpul di kepala korban Titik dan korban Dwi Putra. Menurut dokter memeriksa awal tadi, kemungkinan Titik dan Dwi Putra meninggal sekitar pukul 04.00 WIB, sedangkan Sapta Ganda meninggal pukul 06.00 WIB. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Sapta,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai, Selasa (21/10/2014).
Sapta ditemukan tergantung dengan tali plastik di pintu yang menghubungkan garasi dengan ruang tengah. Polisi tidak menemukan tanda-tanda perampokan dan sejenisnya. Polisi juga mengamankan sebuah balok kayu berlumuran darah dan tali. Pada balok kayu tersebut terdapat bekas sidik jari Sapta.
Andy mengaku belum bisa memberikan kesimpulan dan masih akan melakukan penyelidikan. Saat ini polisi mengirim ketiga jenazah untuk diautopsi. Diperkirakan hasil autopsi akan didapatkan Rabu besok. Mayat Sapta ditemukan tergantung pada seutas tali di dekat pintu utama rumahnya sekitar pukul 06.30 WIB. Sedangkan mayat Titik, istrinya dan mayat Putra, anaknya, tergeletak di lantai.‎ Mayat Titik dan Putra terbujur kaku dengan tangan bersedekap.
Putri sulung korban, Dani, tergoncang melihat anggota keluarganya tewas mengenaskan. “Kita masih dalami, dan petugas amankan balok kayu dan tali,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifa
Andy mengatakan Sapta meninggalkan surat yang antara lain berisi agar Dani, putri sulungnya yang masih berstatus sebagai mahasiswi, menjadi anak yang solehah. Dalam surat wasiat yang lain disebutkan Sapta masih mempunyai hutang untuk berbagai keperluan sebesar Rp 94,9 juta. Surat wasiat tersebut ditemukan di samping jenazah Sapta oleh warga dalam keadaan menggantung di depan pintu di dalam ruang keluarga.

Sapta Dandaka adalah Kepala Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari yang menjabat selama dua periode. Sedangkan istrinya, Titik Suryani tercatat sebagai guru di SMA N 3 Sukoharjo Sementara anak bungsunya bernama Putra Dwi Pangestu (10) saat ini masih duduk di bangku SD kelas 5.

Hutang memang membuat hidup tertekan dan menjadi tidak tenang menjalani sendi kehidupan ini. Pelajaran bagi kita semua untuk janganlah berhutang cukupkan dengan apa yang ada. *** Any Christmiaty J
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved