Headlines News :
Home » » Akibat Sakit Hati Laki-laki Ini Membunuh Bosnya Serta Keluarganya

Akibat Sakit Hati Laki-laki Ini Membunuh Bosnya Serta Keluarganya

Written By Infobreakingnews on Rabu, 22 Oktober 2014 | 17.47


Jombang, infobreakingnews  - Kasus pembunuhan sadis satu keluarga yang dilakukan oleh Ihsan Pratama (19) di Blok  E Nomor 11, Perumahan Sambong Permai, Kecamatan/Kabupaten Jombang berhasil diungkapkan Pihak Polisi Jombang.


Pelaku mengakui dan sudah merencanakan melakukan pembunuhan. Sebelumnya pada pukul 20.00 WIB, pelaku sempat bertamu ke rumah Handriadi yang merupakan bosnya tempat dia bekerja di salah satu toko pakaian, ujar Wakapolres Jombang Kompol Sumardji pada Infobreakingnews.com Rabu (22/10/2014)

Namun, kedatangan pelaku disambut kurang baik dan  pelaku dituduh mencuri barang serta uang di toko tempatnya bekerja. Pelaku dendam dan  sakit hati kemudian pergi dan merencanakan membunuh bosnya itu. 

Kemudian pelaku  sekitar  pukul 00.30 WIB diam-diam  masuk ke rumah korban dengan memanjat pagar. Pada waktu pelaku  mencongkel jendela, istri Bosnya yang bernama Delta Fitriani  terbangun karena mendengar suara jendela dicongkel. 

Korban menghampiri jendela, Naas saat baru berada di depan pintu, pelaku langsung menusukkan pisau sangkur yang dibawanya ke bagian perut korban. Korban lalu  menjerit sehingga  membuat kedua anaknya yaitu Rivan Herdana (9) dan Yoga Saputra (7) yang sedang tertidur di ruang tamu terbangun. 


Pelaku langsung kembali menusukkan sangkurnya ke tubuh dua anak itu di bagian dada hingga tewas.  Hendriadi yang mendengar keributan di ruang tamu segera bergegas keluar dari kamarnya. Namun, pelaku yang sudah kalap langsung menyerang korban dengan sangkurnya lagi secara bertubi-tubi. 

Hendriadi berteriak dalam kondisi terluka parah  meminta tolong dan bertakbir hingga membuat warga sekitar berdatangan. Melihat ada warga yang datang, pelaku melarikan diri, namun berhasil ditangkap dan diserahkan kepada polisi.  Wargapun  langsung membawa korban yang telah bersimbah darah ke rumah sakit. Hingga saat ini polisi masih melakukan autopsi terhadap tiga jenazah di RSU Jombang. 

Sumardji mengatakan saat ini orang bisa berbuat nekad jika sampai sakit hati  seperti pelaku untuk itu dia menyarankan untuk tidak menuduh sebelum jelas kejadiannya.***Dani Setiawan
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved