Jakarta, infobreakingnews - Belum pernah terjadi seperti sekarang ini dimana Presiden Joko Widodo melangkah menuju ke Istana Negara, sepanjang jalan Sudirman hingga Thamrin dan pintu gerbang Istana, dipenuhi rakyat Indonesia yang tak perduli dengan sengatan matahari yang membakar, apalagi ketika ribuan orang berada didalam naungan kain Bendera Merah Putih yang mampu membungkus ribuan manusia yang memenuhi jalan raya depan Istana.
Istana Presiden yang biasanya tampak hening dan tak tersentuh masyarakat, sepanjang siang hari ini menampilkan kondisi yang berbeda. Pasca Joko Widodo dilantik sebagai Presiden, ribuan masyarakat mulai dari yang bersandal jepit hingga berjas, bebas masuk ke dalam istana. Ini adalah gambaran Joko Widodo yang sangat dekat dekat dengan kemiskinan rakyat.
Peristiwa yang paling bersejarah ini juga dialami oleh komunitas saudara kita yang berangkat dari Provinsi Papua. Dimana salah seorang kepala suku di Papua, Lenis Kogoya, mengatakan pengalaman memasuki Istana Presiden adalah yang pertama kalinya.
"Kami tak pernah injak Istana Presiden, tapi saya duduk sampai antar Jokowi ke dalam Istana baru saja terjadi," kata Lenis Kogoya usai keluar dari Istana Presiden, Senin (20/10/2014).
Kogoya yang merupakan ketua lembaga adat masyarakat Papua, masuk istana bersama 3 orang rekannya yang tampak kompak mengenakan asesoris di kepala berupa burung Cendrawasih dengan bulu kuning dan cokelat.
"Kami orang Papua sebelumnya merasa disisihkan, terbelakang, sekarang kami dengan kepemimpinan Jokowi, kami berada terdepan. Ini sejarah baru dan kami bisa masuk istana," lanjutnya.
Menurut Kogoya, Jokowi sejak kampanye Pilpres memang sudah menunjukkan perhatian bagi warga Papua. Hanya Jokowi kandidat capres yang datang ke tanah Papua.
"Saya yakin pembangunan ke depannya, Jokowi tetap bawa kami terdepan. Untuk itu saya pesan masyarakat Papua yang di hutan, di gunung, mari kita gendong Bapak Presiden Jokowi. Lima tahun jangan sampai kita sia-siakan," ujarnya.
"Jadi kalau mau pembangunan di Papua, harus ada keamanan. Kemudian suku, marga, pribadi, jaga. Selama ini ada OPM, gerakan itu kami kepala suku tanggungjawab amankan situasi di Papua. Kami bersama Papua," imbuhnya.
Baru kali ini ada pengakuan yang dasyat dari seorang kepala suku Papua prihal pergolakan OPM yang selama ini menjadi persoalan NKRI. Dimana tak perlu lagi Pemerintah Pusat pusing memikirkan pergolakan OPM, karena suku Papua sendiri yang akan menghadapinya. Inilah bakti yang paling Agung bagi Presiden Jokowi, yang sangat berbeda dengan gaya Presiden RI sebelumnya.
Kalau semua anak bangsa ini mau mengambil bagian yang terkecilpun dari persoalan Bangsa ini, maka dipastikan selama Pemerintahan Jokowi, Indonesia akan bertumbuh sangat hebat. Tuhan pun akan menolong Bangsa Indonesia, bangkit dari keterpurukannya, jika semua elemen bersatu, karena saling menyayangi.*** Emil F Simatupang.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !