Headlines News :
Home » » Gebrakan Menteri Susi Yang Dipuji Presiden Joko Widodo

Gebrakan Menteri Susi Yang Dipuji Presiden Joko Widodo

Written By Infobreakingnews on Minggu, 02 November 2014 | 12.11


Pangandaran, infobreakingnews -  Tak bisa disangkal lagi kalau gebrakan Menteri Susi terbilang sangat spektakuler dan membuat banyak orang nyaris tak pernah menyangka  jika Susi yang hanya berpendidikan sangat rendah itu, mampu melahirkan berbagai kondisi yang menguntungkan para nelayan dan rakyat kecil, sampai sampai Presiden Joko Widodo sendiri memuji akan ide cemerlang sang menteri yang sesungguhnya merupakan perempuan biasa yang menjual ikan setumpuk dipelelangan ikan hingga mampu memiliki hampir seratus unit pesawat terbang.

Selain telah merubah jam kerja dikementerian yang dipimpinnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berencana mencanangkan program moratorium bagi kapal besar berukuran kapasitas 30 gros ton ke atas yang dinilai telah mencuri ikan secara ilegal di perairan laut wilayah Indonesia timur.

Dari data yang tercatat, kini ada 5.200 kapal besar. Ironisnya, kapal tersebut menggunakan bendera Merah Putih dan melakukan pencurian ikan di laut Indonesia secara ilegal.

"Kami berencana membuat moratorium diperuntukkan untuk kapal ukuran besar yang menangkap ikan di wilayah Indonesia timur," kata Susi saat menggelar kesenian wayang golek di Pantai Wonoharjo Pamugaran Pangandaran, Sabtu (1/11/2014) malam.

Susi mengatakan, perizinan kapal penangkap ikan berkapasitas ribuan ton tersebut tidak masuk devisa negara dan sering kali melakukan pencurian ikan secara ilegal di laut Indonesia wilayah timur. "Kami akan menghentikan kapal asing yang meminjam bendera Merah Putih yang melakukan pencurian ikan. Karena lima kali lipat pendapatan ikan yang dilakukan satu malam 60 ton tidak masuk buku kita," ungkapnya.

Dalam ekspor ke luar negeri selalu tidak mendapatkan ikan karena kapal asing telah mencuri dan di bawa ke negaranya. Indonesia hanya mendapatkan ikan 1,2 juta kilo dengan raihan Rp8 triliun-Rp9 triliun. Tetapi hasil tersebut tidak mendapatkan ekspor ke luar negeri karena ikannya tidak ada. "Pendapatan ikan yang dicuri kapal asing tidak bisa ekspor keluar negeri karena hasil ikan habis oleh di bawa kapal asing," tutur Susi.

Selain menghentikan kapal asing, Susi pun berencana mengalihkan subsidi BBM senilai Rp11 triliun ke masyarakat pesisir nelayan. "Jadi bentuknya bukan investigasi, ini untuk menghidupi masyarakat nelayan supaya mampu bekerja keras untuk bisa mengekspor ikan ke luar negeri," paparnya.

Kini Susi menjadi insprasi bagi perempuan Indonesia lainnya, apalagi belakangan diketahui bahwa Gaji Menteri yang Susi dapatkan itu hanyalah berbanding sekitar satu persen saja dari gajinya sebagai CEO dari dua perusahan raksasa yang telah mendunia. Bahkan gaji menterinya itu sudah dijanjikan Susi akan diberikannya kepada para nelayan tua yang sudah tidak melaut lagi dengan cara membayarkan asuransi masa tua para nelayan miskin. 

Kini didalam benak Susi hanya ada segudang program kerja yang berpihak kepada rakyat nelayan kecil, sekaligus menaikan pamor kekayaan laut yang selama ini belum tergali, karena selama ini para pakar dibidang ikan dan laut hanya pintar berteori saja, namun belum ada praktek nyata sebagaimana yang digebrak Susi.*** Candra Wibawanti.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved