Headlines News :
Home » » PSK Indonesia Dibunuh Di Hongkong

PSK Indonesia Dibunuh Di Hongkong

Written By Infobreakingnews on Senin, 03 November 2014 | 15.40


Rurik Jutting (tengah)
Hongkong, infobreakingnews  - Rurik Jutting, seorang pria asal Inggris diperiksa dalam kasus dugaan pembunuhan oleh Kepolisian Hong Kong. Pria 29 tahun yang bekerja  di Bank of America Merrill Lynch menjadi tersangka setelah 2 perempuan ditemukan tewas di apartemennya di Wan Chai.

2 korban tersebut ditemukan di lokasi kejadian pada Sabtu dini hari pukul 03.42 waktu setempat. "Kami meyakini kematian salah satu korban adalah karena benda tajam yang memotong tenggorokan," kata asisten komandan distrik Wan Siu-hung  

Diketahui Sumiarti (24), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK) di Hong Kong bersama seorang pekerja asal Filipina bernama Jesse Lorena Rusi (30) telah menjadi korban pembunuhan.

Jesse ditemukan tewas dalam keadaan lehernya disayat dan kaki serta tangan Sumiarti ditemukan  meninggal 'sudah cukup lama' dan memiliki luka-luka di leher dalam sebuah koper. Pelaku pernah menyebut dirinya seorang psikopat sinting.

Tersangka sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya di Bank of America Merrill Lynch sepekan lalu. Sebuah profil di LinkedIn yang menggunakan namanya menyebutkan dia adalah lulusan Universitas Cambridge yang ternama di Inggris.

Jutting dihadapkan ke pengadilan di wilayah timur Hong Kong pada Senin ini, (3/11/2014). Ia yang memakai kaus dan celana hitam terlihat terkulai di mobil tahanan. 

Saat ditanya apakah ia memahami dakwaan yang dijatuhkan padanya, Jutting menjawab, "ya. Setelah sidang perdana, bankir tersebut akan tetap ditahan dan akan kembali dihadapkan ke depan hakim pada 10 November 2014 mendatang. 


Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan pihaknya sudah mendapatkan kabar dan mengirimkan tim untuk menyelidiki masalah ini.

"Sudah ya, kita sudah kirim tim ke sana lalu kita akan identifikasi dan ada aplikasi. Yang jelas KBRI kita sudah bergerak langsung untuk berkoordinir dengan otoritas setempat," kata Retno di Kantor Pos, Jakarta Pusat, Senin (3/11).


Untuk penanganan hukumannya, lanjut Retno, pihaknya memastikan hak-hak korban tak ada yang terbengkalai.

Retno menjelaskan  otoritas tempat sana sebagai negara memberi proteksi dan hak-hak hukum warga negara kita harus kita jaga, harus diperhatikan seoptimal mungkin untuk tidak ada yang terkurangkan.*** Meylin Hwa


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved