![]() |
| Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii |
Jakarta, Info Breaking News –
Terletak di wilayah Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, Jepang layaknya
Indonesia kerap dilanda bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Meski
begitu, negara matahari terbit tersebut mengklaim bahwa mereka selalu siap
untuk menghadapi bencana alam. Pasalnya, Jepang selalu belajar dari kejadian di
masa lalu.
"Sekarang kami lebih
bisa mempersiapkan diri. Bencana alam memang tidak bisa kita prediksi. Tapi
setidaknya, kita sudah bersiap-siap," ungkap Duta Besar Jepang untuk
Indonesia Masafumi Ishii, di Gedung RRI, Jakarta, Senin (29/10/2018).
Pemerintah Jepang, Ia katakan, telah memetakan area yang kerap dilanda gempa bumi hingga tsunami. Mereka bahkan dikabarkan memiliki rencana aksi.
"Kita sudah mapping area dan kita juga memiliki plan of action ketika bencana datang. Evakuasi awal adalah hal yang paling utama harus dilakukan," lanjut dia.
Selain itu, Dubes Ishii juga menjelaskan bahwa Jepang kini memiliki aplikasi yang memuat berbagai info terkait gempa bahkan yang berskala terkecil sekalipun. Aplikasi tersebut juga memberi info mengenai bentuk-bentuk penanganan dari pemerintah.
"Yang jelas, kami memang belajar dari kesalahan di masa lalu. Dari bencana alam yang sudah menimpa kami agar kami bisa lebih berhati-hati dan juga siap mengevakuasi diri sendiri dan keluarga," tuturnya.
Diketahui, tahun 2011 silam wilayah Tohoku, Jepang pernah dilanda gempa bumi berkekuatan 9,0 SR yang disertai tsunami. Gempa tersebut disebut-sebut sebagai gempa terbesar yang mengguncang Jepang sepanjang sejarah. Di awal September tahun ini pun gempa bumi berkekuatan 6,7 SR kembali melanda bagian utara Jepang, tepatnya di Hokkaido. Bebarengan dengan itu, Jepang juga kini tengah dilanda terpaan Topan Jebi. ***Nadya
Pemerintah Jepang, Ia katakan, telah memetakan area yang kerap dilanda gempa bumi hingga tsunami. Mereka bahkan dikabarkan memiliki rencana aksi.
"Kita sudah mapping area dan kita juga memiliki plan of action ketika bencana datang. Evakuasi awal adalah hal yang paling utama harus dilakukan," lanjut dia.
Selain itu, Dubes Ishii juga menjelaskan bahwa Jepang kini memiliki aplikasi yang memuat berbagai info terkait gempa bahkan yang berskala terkecil sekalipun. Aplikasi tersebut juga memberi info mengenai bentuk-bentuk penanganan dari pemerintah.
"Yang jelas, kami memang belajar dari kesalahan di masa lalu. Dari bencana alam yang sudah menimpa kami agar kami bisa lebih berhati-hati dan juga siap mengevakuasi diri sendiri dan keluarga," tuturnya.
Diketahui, tahun 2011 silam wilayah Tohoku, Jepang pernah dilanda gempa bumi berkekuatan 9,0 SR yang disertai tsunami. Gempa tersebut disebut-sebut sebagai gempa terbesar yang mengguncang Jepang sepanjang sejarah. Di awal September tahun ini pun gempa bumi berkekuatan 6,7 SR kembali melanda bagian utara Jepang, tepatnya di Hokkaido. Bebarengan dengan itu, Jepang juga kini tengah dilanda terpaan Topan Jebi. ***Nadya



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !