![]() |
Jakarta, Info Breaking News –
Ditutupnya 26 gerai milik PT Hero Supermarket (HERO) dinilai tak lepas dari
pengaruh persaingan usaha dengan bisnis online (e-commerce).
Ketua Asosiasi Pengusaha
Indonesia (Apindo), Haryadi Sukamdani menyebut kehadiran e-commerce menyebabkan
persaingan di retail semakin ketat.
"Di
samping itu, perilaku pembeli sudah berubah. Memang tidak bisa dimungkiri bahwa
belanja e-commerce ada pengaruhnya," tuturnya.
Tren
belanja online memang tak dapat dipungkiri makin diminati oleh masyarakat. Hal
ini, menurut Haryadi, menjadi pukulan keras bagi sektor retail yang masih
berpaku pada cara yang konvensional.
Selain
belanja online, Apindo juga melihat penyebab ambruknya bisnis retail karena
daya beli masyakat yang diduga mengalami penurunan. Meski demikian, Haryadi
juga mengatakan, penutupan 26 gerai HERO ini bisa jadi menandakan adanya upaya perusahaan
untuk beralih ke bisnis retail secara online.
"Bisa
saja kemungkinan itu. Karena kan orang pada akhirnya mencari efisiensi dan itu
semua terjadi karena enggak bisa bertahan dalam persaingan. Intinya itu,"
kata dia.
Sebelumnya,
akibat penutupan 26 gerai itu, HERO terpaksa melakukan PHK 532 karyawannya.
Corporate Affairs General Manager PT Hero Supermarket Tbk Tony Mampuk
mengatakan sebagian besar karyawan telah menerima dan menyepakati untuk
mengakhiri hubungan kerja.
Seperti dikutip dari Kontan, sampai dengan kuartal tiga tahun lalu, HERO mengalami penurunan total penjualan sebanyak 1 persen senilai Rp 9,84 milliar. Tahun 2017 lalu penjualan total HERO mencapai Rp 9,96 milliar.
Penurunan tersebut disebabkan oleh penjualan pada
bisnis makanan yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Per 30 September
2018, HERO mengoperasikan 448 gerai, terdiri dari 59 Giant Ekstra, 96 Giant
Ekspres, 31 HERO Supermarket, 3 Giant Mart, 258 Guardian Health & Beauty,
dan 1 gerai IKEA. ***Irdan



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !