Headlines News :
Home » » Anak Tukang Becak Yang Kini Raih S3 Universitas Top Inggris Menjadi Inspiratif Dunia

Anak Tukang Becak Yang Kini Raih S3 Universitas Top Inggris Menjadi Inspiratif Dunia

Written By Info Breaking News on Jumat, 01 September 2023 | 03.13

Raeni dengan bangga bersama sang ayah memasuki areal kampus

Birmingham Inggris, Info Breaking News 
- Publik sempat dihebohkan karena tak biasa acara wisuda sarjana ada seorang wisudawati bernama Raeni, gadis lugu sangat sederhana naik becak memasuki areal kampus Unnes Semarang, dimana sang penarik becak itu sendiri adalah ayah kandungnya yang bangga mendampingi putrinya dalam acara wisuda, walau disekelilingnya banyak tamu undangan datang dengan mobil mewah dan berhias mengenakan jas atau batik sebagaimana biasanya, tapi beda dengan Raeni yang bangga dengan sang ayah yang hanya tukang becak.

Raeni, perempuan asal Kendal, Jawa Tengah ini ingin memberikan inspirasi bagi kaum miskin lainnya, bahwa tidak sedikit orang miskin yang sukses, banyak orang cacat dan yatim piatu yang bisa sukses, sebab hanya orang yang pemalas saja yang belum pernah ada sukses dimuka dunia ini, dan Raeni membuktikan belajar tekun meniti karier pendidikan sampai menyandang gelar doktor dari kampus top Inggris.

Nayatanya siapa menduga, Raeni yang dulu lulus S1 dari Universitas Semarang (Unnes) tahun 2014 dengan diantarkan naik becak oleh sang Ayah, kini berhasil naik derajatnya menjadi lulusan S3 dan bergelar doktor dari Birmingham University Inggris.

Namanya mungkin tidak asing di telinga warganet. Sebab, pada tahun 2014 ia sempat viral lantaran ia menjadi salah satu lulusan terbaik Unnes dengan IPK 3,96 dan diantarkan ke tempat wisuda dengan kendaraan becak oleh sang ayah.

Tak hanya itu, ia juga menjadi sorotan Menteri Keuangan Sri Mulyani atas perjalanannya dalam meraih pendidikan dan beasiswa, apalagi jurusan fakultas yang diminati Raeni adalah Akuntansi yang memang membutuhkan kecermatan soal angka angka bilangan hitungan keuangan.

Seakan ingin membuktikan dirinya atas jerih payah sang ayah dan sebagai anak yang berbakti pada orangtuanya.

Terbukti Raeni mampu melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi dengan beasiswa mungkin bisa dilakukan oleh ratusan orang. Namun Raeni, mendapatkan beasiswa karena selalu ingat akan jerih payah dan doa orang tua.

Pemikiran itu yang kemudian mendorongnya untuk selalu sungguh-sungguh menjalani kuliah tanpa menyia-nyiakan waktu.

Terlebih Raeni selalu ingat, awal mula ia bisa berkuliah karena sang Ayah yang rela memberikan pesangon kerja untuk membelikan laptop.

"Untungnya saya bersyukur sekali mempunyai orang tua yang bagi saya sangat luar biasa. Bapak ketika beliau keluar dari pekerjaannya dan pesangonnya digunakan untuk membelikan laptop saya untuk kuliah sebagai hadiah karena beliau sudah janji ketika saya lulus nanti, beasiswa saya boleh dibelikan laptop," ucap Raeni saat berbincang dengan Arash, wartawati dari Media Digital Online Info Breaking News.Com, Jumat, 1 September 2023 di kota Birbingham Inggris Raya.

Tak sampai di situ, Raeni juga tak pernah lupa, bahwa sampai titik sejauh apapun pencapaiannya, ia selalu percaya itu berkat kekuatan doa dari orang tua.

Baginya, doa orang tua yang tiada henti selalu membukakan jenis peluang yang mungkin tidak pernah dia pikirkan sebelumnya. Termasuk, peluang dirinya bisa berkuliah sampai ke jenjang S3.

Tercatat, selama menempuh S1 di Unnes, Raeni mendapatkan beasiswa Bidikmisi atau saat ini dikenal sebagai KIP Kuliah. Setelah lulus dari Unnes, ia kembali berhasil mendapatkan beasiswa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan S2 di Birmingham University, Inggris.

"S2 ada namanya beasiswa presiden yang mungkin itu seleksinya sangatlah ketat dan hanya orang-orang tertentu yang bisa mendapatkan. Yang Maha Kuasa memberikan amanah itu salah satunya kepada saya," ucapnya.

Pada tahun 2016, Raeni berhasil merampungkan S2 di Inggris dan pulang ke Indonesia untuk mengajar sebagai dosen non-PNS di prodi Pendidikan Ekonomi Unnes.

Namun, karena ia masih belum puas dalam belajar, akhirnya Raeni memutuskan melanjutkan program S3 di kampus yang sama saat ia menempuh S2.

Saat menjalani kesibukan menyelesaikan S3, Raeni terus aktif dalam berbagai kegiatan termasuk mengisi seminar dan membagikan pengalaman kuliahnya dan cara meraih beasiswa.

Baru pada Juli 2023, perempuan yang dulu diantar wisuda S1 naik becak ke Unnes berhasil naik podium untuk mendapatkan gelar S3-nya dari Birmingham University Inggris pada bidang Accounting and Climate Change.

Prosesi wisuda Raeni di University of Birmingham, Inggris pada 20 Juli 2023 lalu Foto: University of Birmingham
Percaya Bahwa Pendidikan Bisa Mengubah Nasib
Kini, Raeni ingin semua orang bisa mengayuh impiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki. Ia merasa pendidikan bisa membuka keterbatasan menjadi sebuah peluang.

Apa yang telah ia lalui, Raeni mengaku selalu merasa bersyukur. Terlebih menurutnya, pendidikan telah menjadi jalan baginya untuk bisa meraih banyak pengalaman hingga mancanegara.

Ia juga bertutur bahwa keterbatasan tak menjadikan dirinya surut untuk terus mencoba banyak cara. Raeni percaya selalu ada jalan lain ketika ia gagal.

"Banyak pintu akan terbuka. Ada satu pintu tertutup, mungkin banyak jendela yang masih terbuka," katanya.

Kepada anak-anak muda Indonesia, Raeni turut berpesan untuk tidak patah dalam meraih pendidikan tinggi meski punya keterbatasan. Sebab, ada banyak cara untuk meraihnya seperti mencoba beasiswa seperti apa yang ia lakukan.

"Adek-adek yang mungkin sedang berjuang dan berasal dari background yang mungkin sama seperti saya dan berjuang untuk lebih baik lagi dan sebagai seorang perempuan itu tidak mudah. Jadi mungkin, semoga bisa jadi penyemangat buat yang ingin memutus mata rantai kemiskinan gitu. Kalau nggak kita yang mengubah nasib kita siapa lagi?" tutur perempuan bergelar doktor tersebut.

Diusia yang masih muda Raeni, anak orang miskin dan ayahnya seorang tukang becak yang hanya bisa mengantongi hasil uang recehan yang serba kurang sehingga hampir setiap hari sejak kecil tumbuh remaja selalu hanya makan dengan menu indomie, ceplok telur dan tempe oseng, semua itu menjadi vitamin kekuatan daya pikirnya mengalahkan anak orang kaya yang penuh kemewahan, tapi style belajar nyantai penuh hura hura karena ditunjang faktor keadaan yang serba mewah, sehingga rasa manja dan tidak mampu mandiri menjadikan banyak orang hanya menjadi beban berat keluarga sepanjang hidupnya. Biasanya model anak seperti ini juga merongrong dan merusak kehidupan keluarga lain dan menjadi beban masyarakat, karena hanya mau senang dan serba instan.

Raeni kini bukan saja menjadi kebanggaan keluarganya, tapi kini menjadi aset negara dan menjadi inspiratif dunia. *** Lisa AF.

Baca berita menarik lainnya, hanya tinggal klik Beranda dibawah ini
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved