Headlines News :
Home » » Pasangan Calon Pengantin yang Picu Kebakaran di Bromo Gugat Pengelola TNBTS

Pasangan Calon Pengantin yang Picu Kebakaran di Bromo Gugat Pengelola TNBTS

Written By Info Breaking News on Sabtu, 16 September 2023 | 13.45


Probolinggo, Info Breaking News
- Pasangan calon pengantin Hendra Purnama dan Pratiwi Mandala Putri yang sesi foto prewedding-nya menyebabkan kebakaran di Bukit Teletubbies, Bromo berencana menuntut pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).

Sebelumnya, pasangan tersebut sempat menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan mendalam atas insiden tersebut. Mereka juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat adat Tengger serta pihak-pihak terkait, termasuk presiden dan wakil presiden, pemerintah daerah, dan seluruh warga Indonesia.


Hendra mengklaim saat kebakaran terjadi, pihaknya sempat berupaya memadamkan api dengan menggunakan air dari botol minum.


“Tetapi dengan keterbatasan kami dan kondisi yang kering, kami semua tidak dapat memadamkan,” kata Hendra.


Kuasa hukum keduanya, Hasmoko, mengatakan kurangnya sistem keamanan dan pemeriksaan yang ketat saat memasuki kawasan konservasi merupakan salah satu bentuk kelalaian yang dilakukan oleh pihak pengelola.


"Kesalahan ini bukan hanya berasal dari pihak kami, tetapi juga dari pihak TNBTS. Mengingat hal ini, kami akan mengambil tindakan hukum terhadap pihak terkait atas kekurangan dalam pengawasan keamanan," tuturnya, Sabtu (16/9/2023).


Kelalaian itu lah yang menyebabkan para pengunjung tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang larangan membawa barang-barang tertentu saat memasuki kawasan BB TNBTS.


Ia berpendapat bahwa hak-hak pengunjung terkait pemeriksaan dan pengawasan tidak diberikan dengan baik. Oleh karena itu, mereka berencana untuk mengajukan tuntutan terhadap pihak BB TNBTS terkait kekurangan dalam pengawasan tersebut. 


"Kami merasa bahwa hak-hak pengunjung kami tidak dihormati oleh TNBTS. Kami akan mengkaji dan melaporkan kelalaian ini," ungkapnya.


Tuntutan ini diharapkan bisa menjadi pelajaran berharga untuk ke depannya untuk memastikan agar standard operating procedure (SOP) diterapkan secara ketat, sehingga hak-hak dan keselamatan pengunjung dapat lebih dijaga. 


Selain itu, ia juga berharap pihak pengelola dapat meningkatkan pelayanannya dalam menjaga serta melestarikan kawasan wisata konservasi yang berharga ini.


"Harapannya adalah agar pihak terkait dapat meningkatkan pelayanannya ke depannya," pungkasnya. ***Dani Setiawan


Dapatkan berita aktual lainnya, hanya tinggal klik Beranda di bawah ini.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved