Headlines News :
Home » » Konflik Israel-Palestina: Jalur Gaza Jadi Kuburan Ribuan Anak

Konflik Israel-Palestina: Jalur Gaza Jadi Kuburan Ribuan Anak

Written By Info Breaking News on Rabu, 01 November 2023 | 10.19


Jenewa, Info Breaking News
- Konflik Israel-Palestina terus memanas. Serangan dari pasukan Israel terus menggempur daerah pemukiman hingga rumah sakit di Gaza dan menewaskan ribuan warga, termasuk wanita dan anak-anak.

UNICEF bahkan menyebut Jalur Gaza kini menjelma jadi kuburan bagi ribuan anak-anak. ara pejabat UNICEF juga mengungkapkan ketakutan akan kemungkinan lebih banyak anak meninggal karena dehidrasi akibat serangan Israel terhadap wilayah yang terkepung ini.


Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 8.500 warga Palestina, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan perempuan, telah tewas akibat serangan tersebut.


"Ketakutan terbesar kami tentang jumlah anak yang dilaporkan tewas menjadi puluhan, kemudian ratusan, dan akhirnya ribuan terwujud dalam waktu dua minggu saja," kata Juru Bicara UNICEF James Elder dalam konferensi pers di Jenewa seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (31/10/2023).


Angka kematian anak-anak di Gaza terus meningkat. Data terakhir menunjukkan 3.450 anak dilaporkan tewas. Selain itu, 940 anak juga dinyatakan hilang.


Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell mengungkapkan setidaknya 6.300 anak telah terluka akibat serangan Israel. Ini berarti, setiap hari rata-rata, 420 anak Palestina tewas atau terluka di Gaza.


Selain ancaman bom dan rudal Israel, situasi di Gaza juga semakin memburuk karena krisis air, dengan produksi air harian hanya mencapai 5% dari kapasitas produksi normal. Dengan demikian, ancaman kematian anak-anak akibat dehidrasi semakin meningkat. 


Kondisi ini menggugah perasaan prihatin dari banyak pihak. Komisioner Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini, menegaskan bahwa hampir 70% warga Palestina yang tewas di Gaza selama tiga minggu terakhir adalah anak-anak dan perempuan. 


Jumlah anak yang tewas di Gaza sejak 7 Oktober bahkan telah melebihi jumlah anak yang tewas setiap tahun di zona konflik di seluruh dunia sejak tahun 2019.


UNICEF pun dengan gencar menyerukan gencatan senjata kemanusiaan dengan membuka semua akses ke Gaza untuk bantuan kemanusiaan yang meliputi air, makanan, perbekalan medis, dan bahan bakar.


Elder menekankan bahwa sebelum konflik dimulai, lebih dari 800.000 anak atau tiga perempat dari total populasi anak di Gaza telah diidentifikasi memerlukan dukungan kesehatan mental dan dukungan psikologis.


"Jika tidak ada gencatan senjata, tidak ada air, tidak ada obat-obatan, dan tidak ada pembebasan anak yang diculik, maka kita akan menghadapi lebih banyak malapetaka yang menimpa anak-anak yang tak bersalah," ungkap Elder. ***Nadya


Dapatkan berita aktual lainnya, hanya tinggal klik Beranda di bawah ini.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved