Headlines News :
Home » » PT. Jakarta Mega Trans Di Meja Hijaukan

PT. Jakarta Mega Trans Di Meja Hijaukan

Written By Unknown on Senin, 15 April 2013 | 18.15


Jakarta, Infobreakingnews - Epen Rohandi karyawan perusahaan pada PT.Jakarta Mega Trans {JMT},yang diberhentikan atau dipecat secara sepihak oleh perusahaan JMT, tampa  sebab dan  alasan yang jelas,padahal surat perjanjian kerja waktu tertentu{PKWT}, dengan Nomor 003/Spk/JMT/I/2010 tanggal 01  Pebruari 2010 untuk jangka waktu 2{dua} tahun ,terhitung sejak tanggal 01 Pebruari 2010 sampai dengan 31 Januari 2012  dengan jabatan sebagai Manager personalia dan Umum.

Epen Rohendi mendapatkan upah atau gaji pada bulan Juni 2010  sebesar Rp.7,5 Juta rupiah ,namun tampa sebab dan alasan yang jelas ,dirinya dinonaktifkan oleh Dirut Perum PPD ,yang sebelumnya Perum PPD telah melayangkan surat,ke pada epen Rohandi , dengan Nomor 159/Sekr/ VII/ 2010  tanggal 26 Juli 2010 ,perihal  tentang menonaktifkan pada dirinya sebagai menager personalia dan umum PT Jakarta Mega Trans 

Sedangkan  perum PPD  merupakan salah satu pemegang saham pada  PT..JMT ,sehingga perum PPD mempunyai wewenang untuk menonaktifkan pejabat setingkat menager dikonsorsium Busway ,dan status kepegawaian dikembalikan ke perum PPD ,permasalahan tersebut  sangat lah membingungkan diri Epen Rohandi ,sehingga dirinya mengajukan Gugatan kepada PT.Jakarta  Mega Trans ,melalui Pengadilan Hubungan Industrial{PHI}pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ,hal ini ditegaskan Epen Rohandi ,seusai sidang ,di PHI Jakarta selatan ,kemarin

Gugatan tersebut ,diajukan oleh Epen Rohandi ke Pengadilan Hubungan Industrial{PHI} ,dengan menuntut  ganti rugi upah sisa kontrak kerja  Epen Rohandi {selaku penggugat} sejak bulan Juli 2010 sampai dengan bulan pebruari 2012,kurang lebih sekitar 19 bulan kerugian sebesar Rp.142,5 juta rupiah ,hal itu sesuai dengan Anjuran dari Dinas Tenaga Kerja  dan Transmigrasi DKI Jakarta ,ujarnya

Ditambahkan lebih jelas lagi,Epen Rohandi juga menuntut  PT.JMT untuk membayar upah selama proses terhitung sejak bulan Juli 2010 sampai dengan bulan Maret 2011,yaitu upah penggugat sebesar Rp.7,5 juta dikali 8{delapan} bulan dengan jumlah sebesar Rp.56 juta rupiah.
.
Selain itu Epen Rohandi {selaku penggugat}  ada kehawatiran kepada tergugat ,setelah perkara ini diputus ,PT.JMT selaku tergugat tidak bersedia untuk membayar ganti rugi,maka Epen Rohandi menuntut hukuman pada PT..JMT membayar uang paksa kepada Epen Rohandi sebesar Rp.1 juta perhari ,untuk setiap hari secara tunai ,setelah putusan dibacakan oleh hakim yang berkekuatan hukum tetap .*** Udin Syarifudin
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved